Sejarah Panjang Nasi Goreng Produk Kearifan Lokal asal Tiongkok
- 27 Feb 2026 14:11 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Nasi goreng bukanlah sekadar hidangan praktis, melainkan produk dari kearifan lokal yang lahir ribuan tahun lalu. Akar sejarahnya berasal dari Tiongkok, tepatnya di wilayah Tiongkok Selatan, sekitar tahun 4000 SM. Masyarakat Tionghoa memiliki budaya yang sangat menghargai makanan; membuang sisa nasi dianggap tabu dalam tradisi mereka. Oleh karena itu, nasi sisa kemarin diolah kembali dengan cara digoreng bersama bumbu dan bahan seadanya agar tetap layak dan nikmat untuk disantap.
Dikutip dari Sejarah dan Budaya Kuliner Tionghoa di Asia Tenggara, Penyebaran nasi goreng ke seluruh penjuru dunia, termasuk ke Nusantara, terjadi melalui jalur perdagangan dan migrasi penduduk Tionghoa. Saat para perantau ini tiba di kepulauan Indonesia, mereka membawa teknik memasak nasi di atas wajan panas. Namun, seiring berjalannya waktu, resep tersebut mengalami adaptasi budaya yang signifikan. Bahan-bahan lokal mulai masuk ke dalam racikan, menggantikan bumbu asli dari negeri asal mereka agar lebih sesuai dengan lidah penduduk setempat.
Keunikan nasi goreng Indonesia dibandingkan versi aslinya terletak pada penggunaan kecap manis. Jika nasi goreng Tiongkok cenderung pucat dan gurih asin, versi Indonesia memiliki cita rasa manis-gurih yang kuat dan warna kecokelatan yang khas. Selain kecap manis, penambahan bumbu dasar seperti terasi, bawang merah, cabai, dan kemiri memberikan karakter aromatik yang sangat tajam, menjadikannya salah satu kuliner paling ikonik di tanah air.
Selama masa kolonial, nasi goreng semakin populer bahkan di kalangan warga Belanda yang tinggal di Indonesia. Hidangan ini sering disajikan dalam jamuan makan malam atau sebagai bagian dari Rijsttafel. Kepopulerannya yang tak lekang oleh waktu membuat nasi goreng diakui secara internasional. Puncaknya, pada tahun 2011 dan 2017, nasi goreng berhasil menempati peringkat kedua dalam daftar "50 Makanan Paling Lezat di Dunia" versi survei pembaca CNN International.
Kini, nasi goreng telah menjadi simbol keragaman kuliner Indonesia dengan ratusan variasi, mulai dari Nasi Goreng Jawa, Nasi Goreng Kambing, hingga Nasi Goreng Seafood. Ia bukan lagi sekadar solusi untuk nasi sisa, melainkan hidangan yang bisa ditemukan di gerobak kaki lima pinggir jalan hingga restoran bintang lima. Sejarahnya membuktikan bahwa sebuah inovasi sederhana dari dapur rumah tangga dapat berevolusi menjadi warisan budaya yang dicintai dunia.