Batik Sekar Triloka Angkat Sejarah Kota Batu Melalui Batik

  • 05 Mar 2026 14:24 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Batik khas Kota Batu terus berkembang melalui inovasi yang mengangkat nilai sejarah dan budaya lokal. Salah satunya dilakukan oleh tim Batik Sekar Triloka, Zulfiqoh Ilham Churodi atau yang akrab disapa Mas Fiqoh. Batik ini mengusung motif aksara Kawi yang terinspirasi dari peninggalan sejarah di Malang Raya.

Mas Fiqoh menjelaskan, ide pembuatan batik tersebut muncul dari keresahan karena Kota Batu dinilai belum memiliki ciri khas batik yang kuat. Riset mengenai batik aksara Kawi mulai dilakukan pada pertengahan 2024 dan batik tersebut resmi diluncurkan pada 2025. “Kami ingin menghadirkan identitas khas Kota Batu melalui batik yang terinspirasi dari aksara Kawi, aksara yang digunakan sebelum Hanacaraka,” ujarnya dalam dialog Jagongan UMKM, Kamis (5/3/2026).

Dalam proses pengembangannya, tim Batik Sekar Triloka meneliti berbagai peninggalan sejarah seperti Candi Songgoriti dan sejumlah situs di Malang Raya yang menggunakan aksara Kawi. Dari hasil riset tersebut lahirlah berbagai motif batik yang memiliki makna filosofis.

Nama Sekar Triloka sendiri memiliki makna tiga kebaikan yang mekar dari Kota Batu dan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Malang Raya untuk bersama-sama mengembangkan batik khas daerah. Salah satu simbol yang digunakan adalah bunga teratai yang melambangkan kebaikan yang berkembang.

Selain itu terdapat motif pohon Kalpataru yang diambil dari relief Candi Jago. Pohon kehidupan tersebut digambarkan dengan daun yang menghadap ke bawah sebagai simbol regenerasi, sementara daun yang mengarah ke atas melambangkan harapan yang terus tumbuh.

Motif lain yang cukup ikonik terinspirasi dari relief Candi Badut yang menggambarkan sepasang dewa-dewi serta makhluk mitologi yang berada di bagian kaki candi. Motif ini dikenal cukup rumit karena banyak detail yang harus digambar ulang oleh pembatik.

Proses pengembangan motif juga menghadapi tantangan, salah satunya karena sebagian besar artefak sejarah Malang berada di luar daerah bahkan luar negeri. Sekitar 80% motif relief juga telah mengalami kerusakan sehingga tim harus melakukan rekonstruksi ulang dengan bantuan teknologi sebelum kembali dibuat sketsa untuk proses pembatikan.

Saat ini Batik Sekar Triloka telah ditetapkan sebagai salah satu ikon batik Kota Batu. Produk batik ini dapat dibeli langsung di galeri yang berada tidak jauh dari kawasan Oro-Oro Ombo, tak jauh dari destinasi wisata BNS. Harga batik bervariasi mulai sekitar Rp275 ribu hingga jutaan rupiah tergantung tingkat kerumitan motif dan proses pengerjaan yang seluruhnya menggunakan teknik batik tulis.

Selain memproduksi batik, tim Sekar Triloka juga aktif memperkenalkan budaya batik melalui workshop menulis aksara Kawi di atas kain batik. Kegiatan ini diminati berbagai kalangan, mulai dari generasi muda hingga orang dewasa.

Mas Fiqoh berharap kehadiran Batik Sekar Triloka dapat menarik minat generasi muda untuk kembali mencintai batik tulis. “Mari kita cintai warisan Nusantara, khususnya batik tulis, karena di dalamnya terdapat banyak sejarah dan kisah,” katanya. (Reva)

Rekomendasi Berita