STIE Malangkuçeçwara Terima Kepulangan dan Lepas Mahasiswa Internship Jepang

  • 03 Mar 2026 12:50 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – STIE Malangkuçeçwara kembali menggelar penerimaan kembali mahasiswa yang telah menyelesaikan program internship di Jepang sekaligus melepas empat mahasiswa yang akan berangkat menjalani program serupa selama satu tahun.

Kegiatan tersebut turut dihadiri orang tua mahasiswa, bahkan salah satunya berasal dari Timor Leste. Program internship adalah kerja sama dengan Kanda University of International Studies ini telah berjalan sejak 2020, sementara program pertukaran dan extended program sudah dimulai sejak 2015.

Pihak kampus menyebut setiap tahun rata-rata empat hingga enam mahasiswa diberangkatkan ke Jepang untuk magang di berbagai sektor, mulai dari perhotelan, perusahaan manufaktur, hingga industri spare part seperti di perusahaan otomotif ternama Jepang.

Kepala Kantor Urusan Internasional STIE Malangkuçeçwara, Dwinita Ariani, Selasa 3 Maret 2026 menjelaskan, program internship memberikan dampak signifikan bagi mahasiswa.

“Setelah kembali ke Indonesia, mereka memiliki agilitas, kemampuan bertahan dan menyelesaikan masalah yang lebih baik. Mereka juga cepat beradaptasi di lingkungan baru,” ujarnya.

Selain peningkatan sikap (attitude), mahasiswa juga memperoleh keterampilan (skill) karena terlibat langsung secara aplikatif di dunia kerja, baik di sektor perhotelan maupun industri. Dari sisi pengetahuan (knowledge), mahasiswa tetap mengikuti perkuliahan secara daring serta memperdalam kemampuan bahasa Jepang selama di sana.

Sebagian alumni program bahkan kembali bekerja di Jepang, sementara lainnya lebih cepat terserap di dunia kerja di Indonesia berkat pengalaman internasional yang dimiliki.

Evaluasi dan Rencana Ekspansi ke Tiongkok

Meski dinilai sukses, kampus mengakui masih terus melakukan evaluasi, terutama dalam penguatan kemampuan bahasa dan kesiapan adaptasi mahasiswa terhadap lingkungan kerja luar negeri.

“Kita terus perbaiki persiapan, terutama bahasa Jepang dan kesiapan mental. Dengan pengalaman sebelumnya, kita tahu apa yang perlu ditingkatkan agar kesalahan atau kendala bisa diminimalkan,” katanya.

Ke depan, STIE Malangkuçeçwara juga menjajaki kerja sama dengan perguruan tinggi di Tiongkok untuk program pertukaran maupun internship. Saat ini, bahasa Jepang dan Mandarin telah menjadi mata kuliah wajib sebagai bagian dari persiapan ekspansi kerja sama internasional tersebut.

Kampus menargetkan realisasi program kerja sama dengan Tiongkok dapat dipersiapkan mulai tahun depan, seiring penguatan kompetensi bahasa mahasiswa.

Rekomendasi Berita