Program Doktor Mengabdi UB Dorong Kemandirian Pakan Lokal
- 03 Mar 2026 18:44 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Program Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya mendorong kemandirian pakan lokal melalui penerapan teknologi pengolahan modern. Inovasi ini dinilai mampu memperkuat efisiensi produksi sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Perwakilan Tim Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya, Dr. Premy Puspitawati Rahayu, S.Pt., M.P., menjelaskan teknologi hidrothermal processing dan hot air drying memberi dampak signifikan. “Teknologi ini meningkatkan kualitas nutrisi dan stabilitas fisik pakan sehingga biaya produksi menjadi lebih efisien,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).
Ia menerangkan proses hidrothermal memicu gelatinisasi pati dan denaturasi protein secara terkontrol dalam pakan. Proses tersebut membantu meningkatkan ketersediaan nutrien bagi sistem pencernaan ternak.
Gelatinisasi pati meningkatkan akses enzim pencernaan terhadap sumber energi dalam pakan. Sementara denaturasi protein yang tepat memperbaiki ketersediaan asam amino esensial bagi pertumbuhan ternak.
Peningkatan kecernaan nutrien berdampak langsung pada efisiensi pemanfaatan pakan oleh bebek pedaging. Hal ini terlihat dari perbaikan nilai Feed Conversion Ratio atau FCR dalam proses produksi.
Menurut Premy, penurunan FCR membuat kebutuhan pakan untuk menghasilkan bobot badan menjadi lebih rendah. “Karena biaya pakan mencapai 60 hingga 70 persen dari total produksi, perbaikan FCR sangat berpengaruh,” terangnya.
Selain itu, teknologi hot air drying membantu menurunkan kadar air pakan secara merata dan terkendali. Metode ini mampu menekan risiko pertumbuhan mikroba serta menjaga stabilitas nutrisi selama penyimpanan.
Ia menambahkan stabilitas pakan yang lebih baik dapat mengurangi kerugian akibat kerusakan produk. Program ini diharapkan memperkuat ekosistem peternakan berbasis inovasi dan mendukung ketahanan pangan nasional.