Dinkes Pastikan Nipah di Malang Masih Aman
- 09 Feb 2026 21:54 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Dinas Kesehatan Kota Malang memastikan hingga kini belum ada laporan kasus Virus Nipah di Kota Malang maupun Jawa Timur. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi penularan dari luar negeri.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan kewaspadaan perlu ditingkatkan karena kasus Nipah masih ditemukan di sejumlah negara. “Kalau virus Nipah, kita masih aman, karena di Indonesia, Jawa Timur, dan Kota Malang belum ada laporan,” ujarnya, Senin, 9 Februari 2026.
Menurut Husnul, kelelawar menjadi reservoir utama Virus Nipah. Saat ini, kasus terbanyak dilaporkan terjadi di India, Bangladesh, dan Malaysia. “Malaysia ini cukup dekat dengan Indonesia, dan mobilitas masyarakat kita ke sana juga tinggi,” katanya.
Ia menjelaskan, penularan Nipah dapat terjadi melalui buah yang terkontaminasi gigitan kelelawar, kemudian dikonsumsi manusia, atau melalui rantai makanan hewan. “Buah dimakan kelelawar, lalu dimakan manusia, atau dimakan hewan lain yang kemudian dikonsumsi manusia,” jelas Husnul.
Untuk memutus rantai penularan, Dinkes mengimbau masyarakat tidak mengonsumsi buah bekas gigitan kelelawar dan memastikan daging dimasak hingga benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
Husnul menegaskan, hingga kini belum ada edaran khusus dari pemerintah provinsi terkait penanganan Virus Nipah. “Belum ada. Sementara kita kewaspadaan saja,” ucapnya.
Terkait prosedur penanganan jika ditemukan kasus, Husnul menyebut masih akan menyesuaikan kondisi. “Karena belum ada kasus, jadi kita landai dulu,” katanya.
Dinkes Kota Malang juga menaruh perhatian pada pelaku perjalanan internasional, khususnya dari negara dengan kasus Nipah aktif. “Sementara kewaspadaan difokuskan pada negara yang kasusnya banyak,” pungkasnya.