Batasi Gula, Garam, dan Lemak untuk Cegah Penyakit Tidak Menular
- 12 Mar 2026 08:27 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Konsumsi gula, garam, dan lemak yang berlebihan masih menjadi tantangan dalam pola makan masyarakat saat ini. Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Malang, Meirina Dwi Larasati, SST., M.Gizi, mengingatkan pentingnya membatasi asupan ketiganya guna mencegah berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang.
Meirina menjelaskan, konsumsi gula untuk orang dewasa dianjurkan tidak lebih dari 30 gram per hari atau sekitar 5 persen dari total kebutuhan energi harian. “Asupan gula berlebih dapat memicu obesitas dan meningkatkan risiko diabetes melitus tipe 2. Tanpa disadari, gula banyak tersembunyi dalam minuman manis kemasan, kue, hingga makanan cepat saji,” ujarnya. Ia menambahkan, kebiasaan mengonsumsi minuman tinggi gula setiap hari dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan metabolik.
Selain gula, asupan garam juga perlu diperhatikan. Batas konsumsi garam untuk orang dewasa maksimal 2.000 miligram natrium atau setara satu sendok teh per hari. Menurut Meirina, kelebihan garam dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah karena sifatnya menahan cairan dalam tubuh. “Hipertensi yang tidak terkontrol bisa meningkatkan risiko gangguan jantung dan ginjal. Karena itu, penting membatasi makanan tinggi garam seperti camilan asin, makanan instan, dan olahan daging,” jelasnya.
Sementara itu, konsumsi lemak dianjurkan tidak lebih dari 67 gram atau sekitar lima sendok makan per hari. Lemak jenuh yang berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. “Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu penyakit jantung koroner, stroke, dan gangguan pembuluh darah lainnya,” terang Meirina. Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak memilih metode pengolahan makanan, seperti mengurangi gorengan dan memperbanyak makanan yang direbus atau dikukus.
Meirina menegaskan, penerapan prinsip “Isi Piringku” dan pembatasan gula, garam, serta lemak merupakan langkah sederhana namun berdampak besar bagi kesehatan. Dengan membiasakan pola makan seimbang dan membatasi konsumsi bahan berisiko, masyarakat dapat menjaga kualitas hidup yang lebih baik dan mencegah penyakit sejak dini. “Kuncinya ada pada kesadaran dan konsistensi dalam memilih makanan setiap hari,” pungkasnya.