‎Cagar Budaya Kubur Batu Uyang Lahai

  • 14 Nov 2025 08:17 WIB
  •  Malinau

‎KBRN, Malinau : Kubur Batu Uyang Lahai merupakan salah satu peninggalan megalitik yang masih bertahan di Desa Data Dian, Kecamatan Kayan Hilir. Struktur ini tersusun dari batu berukuran besar dan diyakini sebagai bagian dari tradisi masyarakat prasejarah yang berkembang antara masa neolitik akhir hingga periode awal perunggu dan besi.

‎Secara arkeologis, tradisi megalitik di Nusantara berlangsung dalam dua fase besar. Fase pertama terjadi sekitar tahun 2.500–1.500 SM, sementara fase berikutnya berkembang pada masa kebudayaan Dongson sekitar abad ke-4 hingga ke-3 SM.

‎Kubur Batu Uyang Lahai diperkirakan berada dalam rentang perkembangan budaya tersebut. Menurut penuturan salah satu tokoh adat Desa Data Dian, struktur batu ini dianggap sebagai makam Uyang Lahai, sosok yang dihormati masyarakat Kayan pada masa lalu.

‎Uyang Lahai dipercaya sebagai Dewi Padi, figur yang diasosiasikan dengan kesuburan, terutama bagi lahan pertanian di wilayah tempatnya dimakamkan. Secara fisik, Kubur Batu Uyang Lahai memiliki ukuran panjang sekitar 556 cm, lebar 108 cm, tinggi 158 cm, dan ketebalan 13 cm.

‎Bentuk dan dimensinya menjadi salah satu ciri khas dari struktur megalitik yang dibangun dengan teknik sederhana namun kokoh. Keberadaannya menjadi penanda sejarah budaya masyarakat Kayan serta bukti masih hidupnya jejak tradisi megalitik di Kalimantan hingga sekarang. Sumber : Disbudpar Malinau.

Rekomendasi Berita