Desa Wisata Setulang, Perpaduan Budaya dan Kelestarian Alam
- 18 Des 2025 13:59 WIB
- Malinau
KBRN, Malinau: Desa Wisata Setulang menawarkan pengalaman berwisata yang berbeda dengan menggabungkan kehidupan budaya adat dan keaslian alam dalam satu kawasan. Desa ini dikenal sebagai ruang hidup masyarakat adat Dayak Kenyah yang masih menjaga tradisi secara turun-temurun.
Daya tarik utama Desa Wisata Setulang terbagi ke dalam dua jenis wisata, yakni wisata budaya dan wisata alam. Keduanya tumbuh dari kehidupan sehari-hari masyarakat yang masih memegang kuat nilai adat dan kearifan lokal.
Pada wisata budaya, pengunjung dapat menyaksikan langsung bagaimana masyarakat Dayak Kenyah Oma Lung menjalani kehidupan dengan bahasa, hukum adat, dan tradisi yang tetap lestari. Tarian adat khas Dayak Kenyah menjadi salah satu atraksi yang dapat dinikmati melalui paket wisata yang dikelola pengurus desa mulai dari Rp350.000.
Selain pertunjukan seni, aktivitas keseharian masyarakat seperti bertani, berkebun, hingga berkumpul di balai adat menjadi daya tarik tersendiri. Kerajinan tangan hasil karya masyarakat juga tersedia sebagai cendera mata, mencerminkan identitas budaya yang masih hidup dan dijaga.
Wisata alam di Desa Setulang tak kalah menarik melalui keberadaan Hutan Desa Tane’ Olen Setulang. Kawasan hutan adat seluas ribuan hektare ini dijaga ketat dengan hukum adat sebagai bentuk perlindungan terhadap sumber kehidupan masyarakat lokal.
Hutan Tane’ Olen menyuguhkan panorama alam yang masih alami dengan pepohonan lebat, sungai yang jernih, serta udara yang sejuk. Kawasan ini menjadi bukti bagaimana kearifan lokal mampu menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.
Keunikan Desa Wisata Setulang juga terlihat dari keberadaan balai adat Lamin Adjang Lidem yang menjadi pusat kegiatan adat masyarakat. Di tempat inilah nilai-nilai budaya diwariskan dan dijalankan sebagai bagian dari kehidupan bersama.
Dengan jarak tempuh sekitar satu jam dari pusat Kota Malinau, Desa Wisata Setulang menjadi pilihan wisata edukatif yang menawarkan ketenangan, keaslian budaya, serta keindahan alam. Desa ini tidak hanya menghadirkan destinasi, tetapi juga cerita tentang harmoni manusia dan alam yang terus dijaga hingga kini.
Sumber : Disbudpar Malinau