Unhas Gagas Living Laboratorium untuk Pemberdayaan Perempuan Berkelanjutan
- 13 Mar 2026 11:22 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Universitas Hasanuddin melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan (PUSLITBANG) Kependudukan dan Gender LPPM menggagas inovasi Model Living Laboratorium sebagai ruang kolaborasi lintas sektor dalam pemberdayaan perempuan. Gagasan ini lahir dari keprihatinan terhadap perlunya pendekatan terpadu dalam meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan perempuan.
Kepala PUSLITBANG Kependudukan dan Gender LPPM Unhas, Dr. Irma Andriani, Kamis 12 Maret 2026 menjelaskan bahwa konsep living laboratorium melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama merancang dan mengimplementasikan program pemberdayaan ini.
"Kita menggagas model living laboratorium, di mana satu program itu, semua stakeholder bergabung untuk memikirkan satu topik yang sama. Ini agar intervensi yang dilakukan lebih holistik dan tepat sasaran," ujarnya saat berdialog bersama RRI Mamuju.
Dr. Irma menegaskan bahwa perguruan tinggi melalui Tridharma memiliki tanggung jawab moral untuk melakukan pengabdian masyarakat. Setiap tahun pihaknya membuat berbagai program pengabdian, memberikan bekal ilmu dan inovasi, pendampingan dan advokasi ke masyarakat agar mempunyai kemampuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga dan kesehatannya secara mandiri
Menurut Irma saat ini program pengabdian tidak hanya dilakukan kalangan akademisi, tetapi juga melibatkan berbagai kementerian sebagai mitra.
"Semua kementerian menjadi stakeholder kami dalam melakukan program pengabdian, memberikan bekal, advokasi, dan pendampingan bagi masyarakat," tambahnya.
Khusus untuk pemberdayaan perempuan, Unhas tergabung dalam Asosiasi Studi Wanita dan Gender Indonesia (ASWGI) yang menjadikan isu gender sebagai agenda utama.
Melalui living laboratorium, berbagai pihak diharapkan dapat bersinergi menciptakan solusi nyata bagi persoalan yang dihadapi perempuan di Indonesia pada umumnya.