Misteri Di Balik Bau Badan: Bukan Keringat, Bakteri Jadi Dalang Utama
- 18 Nov 2024 10:46 WIB
- Mamuju
KBRN, Mamuju : Ketiak yang mengeluarkan bau tak sedap sering dikaitkan dengan keringat. Namun, faktanya, bau yang tidak menyenangkan tersebut bukanlah disebabkan oleh keringat itu sendiri, melainkan oleh bakteri yang hidup di kulit ketiak kita.
Sebelum kita menyalahkan produksi keringat berlebih sebagai biang kerok, mari kita cari tahu bagaimana mikroorganisme di tubuh kita memainkan peran krusial dalam menciptakan aroma khas tersebut.
Bakteri dan Peranannya di Ketiak
Tubuh manusia ditutupi oleh triliunan mikroba yang dikenal sebagai mikrobioma. Ketiak, sebagai area yang lembab dan kaya akan kelenjar keringat, menjadi rumah ideal bagi berbagai jenis bakteri. Bakteri-bakteri ini, terutama yang tergolong Corynebacterium dan Staphylococcus hominis, bertanggung jawab atas produksi senyawa-senyawa kimia yang berbau setelah berinteraksi dengan komponen dalam keringat.
Dilansir dari Verywell Health, keringat manusia pada dasarnya tidak berbau. Terdapat dua jenis kelenjar keringat di tubuh yaitu ekrin dan apokrin. Kelenjar ekrin yang ada di hampir seluruh permukaan kulit terutama berfungsi untuk mengatur suhu tubuh.
sementara kelenjar apokrin yang terdapat di area seperti ketiak dan selangkangan mengeluarkan cairan yang kaya protein dan lipid. Ketika cairan dari kelenjar apokrin ini terurai oleh bakteri, maka terbentuklah senyawa seperti asam lemak dan amonia yang menyebabkan bau.
Mengapa Bakteri Berperan dalam Bau Badan?
Studi telah menunjukkan bahwa mikrobioma ketiak berbeda-beda antara individu, dan faktor seperti genetik, gaya hidup, dan pola makan dapat mempengaruhinya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh tim dari Arizona State University, setiap orang memiliki kombinasi bakteri yang unik pada kulit mereka, dan inilah yang menentukan karakteristik bau tubuh.
Para ahli menyebutkan bahwa beberapa orang yang memiliki konsentrasi bakteri Corynebacterium lebih tinggi cenderung memiliki bau tubuh yang lebih kuat. Bakteri ini memecah protein dalam keringat menjadi molekul yang mudah menguap dan berbau menyengat. Sebagai perbandingan, mereka yang memiliki lebih banyak Staphylococcus epidermidis mungkin memiliki bau yang lebih lembut atau tidak terlalu mencolok.
Solusi Mengatasi Bau Ketiak
Untuk mengatasi masalah bau ketiak, banyak orang beralih ke deodoran atau antiperspirant. Deodoran bekerja dengan membunuh bakteri penyebab bau, sementara antiperspirant menghambat produksi keringat dengan cara menyumbat kelenjar keringat. Namun, ada juga tren baru menggunakan probiotik kulit, yang bertujuan menyeimbangkan mikrobioma ketiak dan mengurangi bau tanpa harus membunuh semua bakteri.
Pendekatan ini didasari oleh penelitian yang menunjukkan bahwa menjaga keseimbangan mikrobioma alami kulit lebih baik daripada menghilangkan seluruh populasi bakteri. Ini karena beberapa jenis bakteri sebenarnya berperan dalam melindungi kulit dari patogen dan menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan.
Nah, misteri di balik bau ketiak ternyata lebih kompleks dari sekadar masalah keringat. Bakteri, terutama yang hidup di lingkungan ketiak yang lembab dan kaya nutrisi, adalah pemain utama yang menghasilkan senyawa penyebab bau. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang peran mikrobioma ini, kita dapat mencari solusi yang lebih efektif dan ramah tubuh untuk mengelola bau badan tanpa mengganggu keseimbangan bakteri alami kulit.