Senandung Harmoni Sulawesi Barat 2025
- 09 Des 2025 16:22 WIB
- Mamuju
KBRN, Mamuju : Dalam upaya menjaga dan melestarikan kekayaan seni musik leluhur, Workshop Musik Tradisional Sulawesi Barat bertajuk "Senandung Harmoni Sulawesi Barat 2025" telah sukses dilaksanakan di Taman Karema, Mamuju.
Mengusung tema "Menggema Warisan, Menyatukan Irama," kegiatan ini menghadirkan dua narasumber kompeten dari kalangan seniman dan praktisi musik tradisional yakni Muhammad Nur dan Sahabuddin Mahganna.
Workshop ini merupakan inisiatif dari Yayasan ArtDeva Bumi Nusantara dan bagian dari program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK), sebuah program strategis dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XVIII.
Ketua Yayasan ArtDeva, Andi Madina Tulmunawwarah, dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai momentum vital dalam upaya merawat dan melestarikan kekayaan seni musik tradisional di Bumi Malaqbi Sulawesi Barat.
"Musik tradisi bukan hanya rangkaian nada, bukan sekadar harmoni, tetapi merupakan identitas, memori kolektif, dan warisan leluhur yang harus terus kita lestarikan," ujar Madina, 8 Des 2025.
Ia melanjutkan, workshop ini diharapkan dapat membuka ruang belajar yang inklusif bagi generasi muda. Tujuannya agar mereka dapat mengenal kembali musik tradisional Sulawesi Barat, memahami nilai estetikanya, dan mengembangkan kreativitas melalui eksplorasi bunyi serta kolaborasi.
"Kami percaya bahwa pelestarian budaya tidak hanya dapat dilakukan melalui dokumentasi, tetapi juga melalui pengalaman langsung, praktik, dan keterlibatan aktif masyarakat," sambungnya.
Madina pun berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar, memberikan manfaat besar, dan menjadi bagian dari upaya kolektif dalam memajukan kebudayaan di Sulawesi Barat.
Sementara itu, Abdul Kahar, Tim Monitoring yang mewakili Kepala BPK Wilayah XVIII, memaparkan bahwa FPK adalah salah satu program prioritas dari Kementerian Kebudayaan.
"FPK tujuannya adalah memberikan bantuan kepada para pegiat/pemerhati budaya, komunitas, atau lembaga masyarakat yang bergerak di bidang kebudayaan, untuk melaksanakan kegiatan kebudayaan dengan tujuan pelestarian dan pemajuan kebudayaan," beber Kahar.
Ia juga mengungkapkan bahwa BPK Wilayah XVIII telah membuka tiga tahap penerimaan bantuan, dan Yayasan ArtDeva menjadi salah satu dari sekitar 57 penerima bantuan FPK sepanjang tahun ini. Dengan terlaksananya workshop, Kahar berharap terjadi transfer ilmu yang maksimal dari narasumber kepada para peserta.
"Salah satu harapan kami juga, tahun depan ada teman-teman peserta yang ikut berpartisipasi dalam program FPK ini, baik itu perseorangan ataupun komunitas. Setidaknya kalian hadir dengan konsep pelestarian kebudayaan di Sulbar, khususnya di Mamuju," imbuhnya, memotivasi peserta untuk terlibat aktif dalam program kebudayaan.
Sebagai puncak dari rangkaian kegiatan ini, akan diselenggarakan Panggung Apresiasi dan Pentas Kolaborasi Peserta pada Sabtu malam, 6 Desember 2025, di Taman Karema. Acara ini juga akan dimeriahkan oleh penampilan spesial dari; Rupa Dara, UKM Sedaya Unimaju, Sanggar Sipatuo, Aulia Rusdi, K'Use dan Bintang tamu Mae Karaeng.