Kasus Ginjal Kronis di Kabupaten Teluk Bintuni Tinggi
- 11 Mar 2026 03:57 WIB
- Manokwari
Video
RRI.CO.ID, Bintuni- Kasus penyakit ginjal kronis di Kabupaten Teluk Bintuni sampai saat ini cukup tinggi. Dari tingginya kasus ini bahkan sebagian besar banyak yang telah meninggal dunia.
Hal ini diungkapkan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teluk Bintuni dr.Novita Panggau dalam kesempatan penilaian lapangan tim kementrian kesehatan ke unit Dialisis RSUD Teluk Bintuni Senin, 9 Februari 2026.
Novita menjelaskan, kunjungan pasien gagal ginjal di tahun 2025 di RSUD Teluk Bintuni mencapai 45 kasus. Dari total ini sebagian besar meninggal dunia, sebagian besar ada yang dirujuk ke luar dan sampai saat ini belum kembali, karena belum ada fasilitas di RSUD. "Sebagian kami rujuk ke provinsi di Manokwari, karena itu unit Dialisis paling dekat," Ujar Novita.
Dijelaskan pula, pada awal Februari m rumah sakit coba mendata pasien gagal ginjal, hanya 35 hari di awal tahun ini sudah ada pasien gagal ginjal stadium akhir yang membutuhkan cuci darah. Sebagian di antaranya sudah meninggal, satu orang di rujuk di Provinsi dan satu lagi di rujuk ke luar Papua.
Dijelaskan, rujukan pasien ginjal kronis ini dilakukan jika pasien mau, karena sebagian besar menolak untuk dirujuk. Penyebabnya karena layanan Dialisis ini berkelanjutan sehingga biayanya sangat besar.
Dengan adanya fakta ini, menunjukan bahwa urgensi percepatan layanan Dialisis sangat dibutuhkan. Oleh karena itu RSUD Bintuni sangat mendorong dan komitmen untuk layanan Dialisis bisa segera beroperasi.
Dengan adanya visitasi atau pemeriksaan lapangan unit Dialisis di Teluk Bintuni diharapkan unit Dialisis ini segera dapat dibuka untuk melayani kebutuhan masyarakat.