Quarter Crisis Life Versi Remaja
- 26 Feb 2026 17:52 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari- Quarter life crisis atau krisis seperempat abad adalah periode saat seseorang berusia 18–30 tahun merasa tidak memiliki arah, khawatir, bingung, dan galau akan ketidakpastian kehidupannya di masa mendatang. Umumnya, kekhawatiran ini meliputi masalah relasi, percintaan, karier, dan kehidupan sosial. Hal ini menjadi perbincangan menarik di Produa Manokwari dalam program Bisik PaDuta bersama Grace Syanna Sitompul, Ishak Samuel Kareth dan Geraldo R Rombe dengan topik Quarter life crisis versi remaja. Selasa, 24 Februari 2026.
Grace Syanna Sitompul yang merupakan mahasiswi teknik sudah merasakan gejala dengan membandingkan diri dengan orang lain, menurutnya ini hanya akan membuang-buang waktu dan membuat semakin khawatir. Menurut Grace Harus menyadari dan berpikir positiv bahwa akan mampu. Kecemasan dan lingkungan yang toxcid dalam pertemanan juga mempengaruhi dalam Quarter life crisis.
Ishak juga mengalami gejala dalam hal Quarter life crisis adalah hal yang wajar sebagai bagian dari proses pendewasaan, seringkali menjadi momen refleksi untuk memperbaiki arah hidup agar lebih sesuai dengan keinginan diri sendiri , yang sering sekali mengalami gangguan tidur dan berpikir terlalu berlebihan dan menurutnya ini adalah hal yang wajar sebagai bagian dari proses pendewasaan, seringkali menjadi momen refleksi untuk memperbaiki arah hidup agar lebih sesuai dengan keinginan diri sendiri.
" Saya mengalami Quarter life crisis ketika melihat teman yang lain sudah selesai wisuda duluan, dan mengalami tekanan, hingga mengalami panik berlebihan dan merasa stress dan menurut saya ini hal yang lumrah. Salah satu cara pertama untuk menghadapi krisis ini adalah dengan menerima bahwa hidup memang penuh ketidakpastian. Tidak ada yang tahu pasti apa yang akan terjadi di masa depan, dan itu adalah hal yang wajar ujar Geraldo R Rombe.
Perasaan cemas yang datang dengan quarter life crisis dapat berdampak besar bagi kesejahteraan mental seseorang. Selain menurunnya rasa percaya diri, seseorang mungkin juga merasa stres, cemas berlebihan, atau bahkan mengalami depresi. Dampaknya bisa sangat luas, mulai dari kesulitan dalam menjalani karier hingga merusak hubungan dengan orang-orang terdekat.