Lagu Anak Terlupakan, Kenangan Masa Kecil Tergerus Zaman

  • 05 Mar 2026 20:50 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari- Lagu anak-anak yang dahulu akrab di telinga kini semakin jarang terdengar. Di tengah gempuran lagu dewasa dan konten digital, keberadaan lagu anak klasik perlahan memudar dari keseharian generasi muda. Padahal, lagu-lagu tersebut memiliki peran penting dalam membentuk karakter, emosi, dan nilai kebersamaan sejak usia dini.

Beberapa lagu legendaris seperti Balonku, Pelangi, Naik Delman, hingga Topi Saya Bundar dulu menjadi media belajar yang menyenangkan. Liriknya sederhana, mudah diingat, dan sarat pesan moral seperti kejujuran, keceriaan, serta rasa syukur.

Namun seiring perkembangan teknologi, anak-anak kini lebih familiar dengan lagu populer orang dewasa atau musik dari platform digital yang tidak selalu sesuai usia. Kondisi ini membuat lagu anak kehilangan ruang di rumah, sekolah, bahkan media penyiaran.

Pengamat pendidikan anak menilai, minimnya lagu anak berdampak pada proses tumbuh kembang emosional. Lagu anak sejatinya membantu anak mengenal bahasa, melatih daya ingat, serta menanamkan nilai positif tanpa paksaan. Ketika lagu tersebut tergantikan oleh musik dewasa, anak berisiko kehilangan sarana belajar yang sesuai dengan tahap usianya.

Tak sedikit dari kita sebagai orang tua yang mengaku rindu masa ketika lagu anak masih rutin diputar di televisi dan radio. Lagu seperti Bangun Tidur bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana pembiasaan hidup disiplin sejak kecil.

Menghidupkan kembali lagu anak bukan sekadar bernostalgia ya, tetapi bermanfaat bagi tumbuh kembang anak Indonesia di masa depan.

Rekomendasi Berita