Asah Kreatifitas, SDN Terpadu Pemeran Baju Adat dan Kuliner

  • 08 Mei 2025 12:01 WIB
  •  Manokwari

KBRN, Bintuni: Siswa SD Negeri Terpadu Teluk Bintuni menggelar karya peragaan baju adat dan berjualan makanan hasil pertanian lokal. Kegiatan ini adalah bagian dari mengaplikasikan mata pelajaran project penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Dalam giat ini para siswa kelas 1 dan 2 memamerkan baju adat budaya Nusantara, sementara siswa kelas 4 dan 5 menjual makanan olahan hasil kebun lokal seperti keladi tumbuk, sayur daun singkong, ikan sambal goreng, keripik pisang dan keripik singkong.

Kepala Sekolah SD Negeri Terpadu Ahmad Tamim mengatakan, giat ini bertujuan untuk memamerkan karya yang dihasilkan oleh anak selama belajar 1 semester yang mengacu kurikulum merdeka. Mengambil "tema Cerdas Berwirausaha, Bangga Berbudaya" memiliki makna mendalam rasa saling menghormati sesama teman dan bangga akan budaya sendiri.

Peragaan Baju Adat Nusantara yang Dilakukan Siswa kelas 1 dan 2 SD N Terpadu Teluk Bintuni (Foto: RRI/Dina)

"Tujuannya supaya anak-anak memaknai Profile Pelajar Pancasila seperti apa, contohnya mengambil tema kearifan lokal melalui baju adat, selain itu anak-anak bisa memahami kewirausahaan, dengan melihat peluang yang ada di sekitarnya," Kata Tamim.

Menjadi bagian dari peserta wirausaha siswa Kelas 5 Akbar dan Noval mengaku senang. Pasalnya ini baru pertama kalinya mereka belajar untuk menjual makanan hasil olahan kebun lokal.

"Ini kita bikin sendiri resepnya dikasih Bu guru, kita buat sama-sama," Kata Noval.

Sementara itu, salah satu perwakilan orang tua siswa Baim Wajo, mengapresiasi kegiatan yang digelar pihak sekolah. Pasalnya melalui kegiatan ini dapat mengasah kreatifitas anak-anak sejak dini.

Pakaian adat Papua yang Dipakai Siswa SD N Terpadu dalam Peragaan Pakaian adat Nusantara (Foto: RRI/Dina)

"Kami sebagai orang tua bangga apabila anak-anak diberikan kesempatan ruang untuk menyalurkan bakatnya baik dalam seni maupun berdagang," Katanya.

Baim berharap kegiatan positif seperti ini bisa dikembangkan sekolah lainnya untuk memperkenalkan kepada siswa sejak dini. Ia juga berharap khusus untuk kebudayaan Bintuni khususnya 7 suku ini semakin dikembangkan supaya semakin dikenal banyak orang.

Rekomendasi Berita