RSUD Teluk Bintuni Segera Buka Layanan Cuci Darah
- 04 Mar 2026 20:32 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Teluk Bintuni akan segera membuka layanan cuci darah (hemodialisa) bagi penderita penyakit ginjal. Saat ini, pihak rumah sakit telah memiliki empat unit mesin hemodialisis (HD) beserta peralatan penunjang lainnya yang siap digunakan.
Direktur RSUD Teluk Bintuni, dr. Novita Panggau, mengatakan layanan tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2026. Saat ini, pihak rumah sakit masih menunggu visitasi dari Kementerian Kesehatan terhadap ruangan dan peralatan yang akan digunakan.
“Layanan hemodialisa sudah memasuki tahap akhir proses perizinan. Sebelumnya sudah dilakukan visitasi oleh Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) dan rekomendasinya sudah keluar. Selanjutnya kami menunggu visitasi dari Kementerian Kesehatan. Jika jadwal tidak bergeser, direncanakan pada minggu kedua Maret,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila seluruh persyaratan telah terpenuhi dan izin operasional diterbitkan, maka layanan hemodialisa dapat segera berjalan.
Tingginya kasus penyakit ginjal kronis di Kabupaten Teluk Bintuni menjadi salah satu alasan RSUD menghadirkan layanan ini. Selama ini, pasien gagal ginjal terpaksa menjalani cuci darah di luar daerah. Bahkan, beberapa di antaranya meninggal dunia akibat keterbatasan akses layanan.
“Karena tingginya kasus ini menjadi perhatian kami untuk menghadirkan layanan hemodialisa,” tambah Novita.
Sementara itu, Dokter Unit Dialisis RSUD, dr. Diana Leony, mengungkapkan bahwa dalam satu tahun terakhir tercatat puluhan kasus penyakit ginjal di Teluk Bintuni, dan beberapa pasien di antaranya meninggal dunia.
Ia menjelaskan, mesin HD akan digunakan bagi pasien dengan fungsi ginjal yang sudah tidak optimal. Pada kasus tertentu, seperti pasien dengan penurunan fungsi ginjal akibat konsumsi alkohol, cuci darah dapat dilakukan satu hingga dua kali untuk membantu mengeluarkan racun dan memulihkan fungsi ginjal. Namun, bagi pasien dengan gagal ginjal kronis disertai anemia, tindakan hemodialisa perlu dilakukan secara rutin.