Kemenkes Visitasi Unit Dialisis RSUD Teluk Bintuni

  • 09 Mar 2026 15:27 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Bintuni – Kementerian Kesehatan melakukan peninjauan lapangan (visitasi) terhadap Unit Cuci Darah (Dialisis) di RSUD Teluk Bintuni pada Senin, 9 Maret 2026. Sebanyak enam orang tim dari Kementerian Kesehatan, provinsi, dan regional melakukan pemeriksaan yang dimulai dari Instalasi Gawat Darurat (UGD) hingga ruang Unit Dialisis.

Tim penilai atau visitasi yang hadir terdiri dari:

dr. Victor Eka Nugrahaputra, (Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan, Kemenkes). Kanisius Maturbongs, (Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan, Kemenkes). Abdurahman Kotala (Tim Kerja Hukum Setditjen Kesehatan Lanjutan, Kemenkes).

dr. Akhyar Albaar,(PERNEFRI Regional Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua, Papua Barat, dan Papua Barat Daya), dr. Siti Ramlah Saifoeddin, MPH (Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat) dan Semuel Manibuy, SKM, M.Kes (Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni).

Tim Kementrian Kesehatan Ketika Melakukan Visitasi di Unit Dialisis RSUD Teluk Bintuni (Foto: RRI/Dina)

Direktur RSUD Teluk Bintuni, dr. Novita Panggau, mengatakan latar belakang hadirnya Unit Dialisis di Bintuni didorong oleh komitmen pemerintah untuk lebih dekat dengan masyarakat, sejalan dengan visi pembangunan daerah yang dikenal dengan SERASI (Sehat, Energik, Religius, Andal, Smart dan Inovatif)

“Kami ingin memastikan saudara-saudara kami di Bintuni mendapatkan layanan kesehatan yang setara tanpa harus terbebani kondisi geografis dan biaya,” ujar Novita.

Ia menambahkan, pihak rumah sakit berkomitmen memenuhi seluruh standar mutu dan keselamatan pasien demi mewujudkan layanan dialisis yang unggul di RSUD Teluk Bintuni.

Sementara itu, Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, mengatakan salah satu tantangan besar yang dihadapi RSUD Bintuni selama ini adalah keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan spesialistik, termasuk layanan dialisis bagi pasien ginjal kronis. Menurutnya, penyakit ginjal kronis merupakan salah satu penyakit tidak menular yang terus mengalami peningkatan prevalensi.

Ia menegaskan bahwa pembangunan kesehatan merupakan pondasi penting dalam pembangunan daerah. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan Teluk Bintuni yang dirumuskan dalam semangat SERASI.

“Dalam kerangka tersebut, kami terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan berkeadilan sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang layak tanpa harus menghadapi hambatan wilayah, jarak, biaya, maupun keterbatasan fasilitas,” kata Joko.

Rekomendasi Berita