Yuk Cek Asal Usul Nasi Pulut/ketan

  • 16 Jan 2026 19:22 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari: Dilansir dari Wikipedia nasi pulut / ketan beras ketan atau beras pulut (Oryza sativa var. glutinosa), yaitu varietas padi dengan kandungan amylopectin tinggi sehingga teksturnya lengket setelah dimasak. Ini bukan karena mengandung gluten, kata “glutinous” berarti lengket seperti lem, bukan gluten sebenarnya.

Menurut studi genetika, rasa lengket pada beras ketan disebabkan oleh mutasi pada gen Waxy yang menekan produksi amylose. Mutasi ini kemungkinan besar muncul sekali saja di Asia Tenggara, terutama di dataran tinggi wilayah Asia Tenggara, sebelum menyebar ke seluruh Asia.

Dilansir dari sciencedirect.com Bukti tertua mengenai penggunaan beras lengket (sticky rice) muncul dalam teks klasik Tiongkok sejak lebih dari 2.000 tahun lalu (sekitar awal abad Han),Padi ketan diperkirakan pertama kali didomestikasi di Asia Timur dan Asia Tenggara, terutama wilayah Tiongkok selatan (Yunnan–Guangxi) dan daerah Indocina ribuan tahun lalu.

Padi ketan diperkirakan masuk ke wilayah Indonesia ribuan tahun lalu bersamaan dengan migrasi rumpun Austronesia dari Asia Daratan (Tiongkok Selatan–Indocina),Migrasi ini membawa pengetahuan bercocok tanam padi, termasuk varietas ketan, yang kemudian beradaptasi dengan iklim tropis Indonesia.

Varietas beras lengket itu muncul melalui mutasi genetik di Asia Tenggara ribuan tahun lalu, dipilih dan dibudidayakan oleh masyarakat sejak lama, Pada masa kerajaan Hindu–Buddha (± abad ke-4–15), nasi ketan semakin kuat posisinya dalam budaya.

Nasi pulut mempunyai makna dalam budaya Indonesia seperti Persatuan dan kebersamaan (karena sifatnya yang lengket), Keberkahan dan kemakmuran, Ikatan sosial dan keluarga.

Rekomendasi Berita