Jien Raharja, BapackGuru Pencipta Lagu Lombok yang Ada Kamunya

  • 02 Feb 2026 11:39 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram: Lagu dengan judul Lombok yang Ada Kamunya kini tengah menghiasi media sosial dan terus wara-wiri di beranda pengguna media sosial warga NTB. Lagu yang rilis di Januari 2026 ini kini menjadi lagu yang digemari warga Lombok karena lirik dan alunan musiknya yang dianggap mampu menyentuh sisi emosional dari penikmatnya. 

Hingga berita ini diturunkan, lagu ini telah berhasil menarik ribuan pendengar di berbagai platform musik. Ialah Jien Raharja atau BapackGuru, sosok di balik terciptanya lagu tersebut yang tak lain juga adalah anggota dari grup band lokal Lombok, The Datu.

Nama "BapackGuru" mungkin terdengar seperti gurauan di media sosial, namun bagi Jien Raharja, itu adalah identitas hidup yang ia jalani setiap hari. Di sebuah madrasah di Lombok Timur, pencipta lagu "Lombok yang Ada Kamunya" ini bukan sedang memegang mikrofon di atas panggung megah, melainkan berdiri di depan kelas, mendedikasikan dirinya sebagai seorang pendidik.

Fenomena viralnya lagu tersebut seolah menjadi jembatan dua dunia bagi Jien. Di mata netizen, ia adalah musisi yang menangkap romansa Pulau Seribu Masjid, namun di mata murid-muridnya, ia tetaplah Pak Guru Seni Musik yang bersahaja, yang kerap menyelipkan petikan gitar di sela-sela jam pelajaran.

Pria kelahiran Sakra ini memilih nama panggungnya dengan sangat sadar. 

"Biar relate saja dengan keseharian saya sebagai pengajar," ungkap Jien santai, Senin 2 Februari 2026.

Baginya, seragam guru yang ia kenakan setiap pagi bukanlah sekat yang membatasi jiwanya sebagai seniman. Keduanya adalah satu tarikan napas.

Darah musik dalam diri Jien sebenarnya telah bergejolak sejak masa remaja. Ia adalah "langganan" juara di berbagai festival musik saat SMP. Tak ingin sekadar hobi, ia sempat merantau ke Yogyakarta untuk mendalami ilmu di jurusan seni musik. Bekal akademik itulah yang kini ia bawa pulang untuk mewarnai pendidikan seni di kampung halamannya.

Meski proyek solonya sebagai BapackGuru sedang naik daun, Jien tak lupa pada akarnya. 

"The Datu alhamdulillah masih jalan terus. Proyek solo ini punya segmen pendengar yang berbeda, lebih personal," kata pria berusia 36 tahun ini.

Bagi Jien, madrasah dan panggung adalah dua dunia yang saling menghidupi. Aksi panggungnya memberikan warna saat ia mengajar, sementara kejujuran anak-anak didiknya sering kali menjadi pemantik inspirasi lirik-liriknya. Melalui "Lombok yang Ada Kamunya", ia membuktikan bahwa dari ruang kelas sederhana, seorang guru bisa melahirkan karya yang menggetarkan hati seluruh pulau.

Rekomendasi Berita