TheoTown, Game Kota Pixel yang Naik Daun
- 26 Jan 2026 12:55 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - TheoTown belakangan menjadi perbincangan di kalangan gamer Indonesia. Game simulasi pembangunan kota dengan tampilan pixel ini kembali menarik perhatian, terutama di media sosial seperti Facebook, TikTok, dan YouTube. Meski bukan judul baru, TheoTown justru menemukan momentumnya saat banyak pemain membagikan hasil kota buatan mereka yang detail estetik, sekaligus merasakan peran sebagai pemimpin yang mengatur dan menentukan arah perkembangan kotanya sendiri. Gameplay yang santai, ukuran game yang ringan, serta kebebasan mengatur kota menjadi sejumlah alasan mengapa TheoTown kini ramai dimainkan.
Berdasarkan situs resminya hi.theotown.com, TheoTown merupakan game simulasi pembangunan kota (city building simulation) yang mengajak pemain berperan sebagai pemimpin atau wali kota. Dalam permainan ini, pemain membangun sebuah kota dari tahap awal, mengatur tata wilayah, infrastruktur, hingga memenuhi kebutuhan warganya agar kota dapat berkembang secara berkelanjutan. Kebebasan dalam mengambil keputusan menjadi daya tarik utama, karena setiap kebijakan yang dibuat akan berdampak langsung pada kondisi dan pertumbuhan kota.
Game ini dikembangkan oleh studio indie asal Jerman, Blueflower yang juga dikenal dengan nama Lobby Divinus. TheoTown pertama kali dirilis di platform Android pada tahun 2015, sebelum kemudian hadir di iOS serta versi PC untuk Windows, macOS, dan Linux pada 2019. Seiring waktu, TheoTown berhasil menarik perhatian pemain global dan mencatat jutaan unduhan di berbagai platform, menjadikannya salah satu game simulasi kota pixel yang memiliki basis komunitas cukup kuat.
Berdasarkan video yang diunggah Cyelyt, Awal mula ramainya TheoTown di Indonesia bermula dari sebuah unggahan seorang pengguna pada Facebook Theotown Community yang menampilkan game ini dengan caption bernada humor, sehingga menarik perhatian dan memicu banyak interaksi dari netizen. Unggahan tersebut kemudian memicu Butterfly effect, di mana semakin banyak pengguna internet penasaran dan ikut mencoba TheoTown, lalu membagikan tangkapan layar kota buatan mereka yang menampilkan bangunan-bangunan familiar dengan caption lucu.
Fenomena ramainya TheoTown di Indonesia bahkan sampai menarik perhatian langsung dari tim developer Lobby Divinus. Mereka menyinggung lonjakan pemain asal Indonesia melalui interaksi di komunitas resmi, yang kemudian menjadi perbincangan hangat di kalangan pemain. Momen tersebut turut dimanfaatkan oleh para pemain untuk berinteraksi langsung dengan perwakilan developer, sekaligus menyampaikan berbagai masukan dan permintaan fitur baru. Antusiasme ini semakin diperkuat oleh karakter netizen Indonesia yang cenderung mudah tertarik pada tren yang sedang ramai, ditambah dukungan dari streamer dan YouTuber yang ikut memainkan TheoTown, sehingga popularitas game simulasi kota pixel ini pun kian melonjak.
Dengan berbagai faktor yang saling berkaitan, mulai dari gameplay yang bebas ringan, dukungan komunitas yang aktif, hingga efek viral di media sosial, TheoTown berhasil membuktikan bahwa game simulasi kota bergaya pixel masih relevan dan diminati. Fenomena naik daunnya TheoTown di Indonesia ini membuktikan bahwa game simulasi kota bergaya pixel masih diminati, terutama oleh pemain yang mencari pengalaman membangun kota yang santai namun tetap menantang untuk dicoba. (RRI/Aldi W.)