Suka Main Billiard? Cari Tahu Dulu Sejarahnya

  • 28 Feb 2026 13:52 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Permainan biliar memiliki sejarah panjang yang berawal dari Eropa pada abad ke-15. Pada mulanya, permainan ini dimainkan di luar ruangan dan memiliki kemiripan dengan croquet, yakni memukul bola menggunakan tongkat melalui rintangan tertentu. Seiring waktu, permainan tersebut dipindahkan ke dalam ruangan agar dapat dimainkan sepanjang musim. Dari sinilah muncul meja berlapis kain hijau yang melambangkan rumput, lengkap dengan bantalan di sisi-sisinya.

Istilah biliar diyakini berasal dari bahasa Prancis, seperti billart yang berarti tongkat atau bille yang berarti bola. Permainan ini sangat populer di kalangan bangsawan Prancis dan Inggris. Bahkan, beberapa raja Eropa tercatat sebagai penggemarnya.

Pada masa itu, meja biliar dibuat secara khusus dan menjadi simbol status sosial. Perkembangan teknologi kemudian menghadirkan inovasi seperti penggunaan kapur pada ujung tongkat (cue) untuk meningkatkan kontrol pukulan serta perbaikan pada bahan bola dan bantalan meja.

Memasuki abad ke-17 dan ke-18, aturan permainan mulai dibakukan. Berbagai variasi pun muncul, seperti carom, English billiards, dan pool. Pada abad ke-19, turnamen-turnamen mulai digelar secara resmi, terutama di Inggris dan Amerika Serikat. Organisasi dan asosiasi dibentuk untuk mengatur peraturan serta kompetisi. Standarisasi ukuran meja, bola, dan sistem skor membuat permainan ini semakin profesional.

Seiring berkembangnya waktu, biliar tidak lagi dipandang sekadar hiburan kalangan elite, melainkan sebagai olahraga yang menuntut konsentrasi tinggi, strategi matang, serta ketepatan dan penguasaan teknik. Kejuaraan dunia mulai diselenggarakan, dan atlet-atlet profesional bermunculan dari berbagai negara.

Di era modern, biliar telah diakui sebagai cabang olahraga cue sports dan dipertandingkan dalam berbagai ajang internasional, termasuk kejuaraan kontinental hingga multi-event olahraga. Dari permainan halaman rumput sederhana, biliar berevolusi menjadi olahraga kompetitif yang digemari jutaan orang di seluruh dunia.

Rekomendasi Berita