Pandangan Prof. Masnun soal LPDP: Evaluasi Sistem, Bukan Menghapus Beasiswa

  • 12 Mar 2026 00:29 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Perbincangan mengenai program beasiswa negara kembali mengemuka setelah muncul isu sebagian penerima beasiswa luar negeri tidak kembali ke Indonesia. Kondisi ini memunculkan wacana evaluasi terhadap mekanisme pemberian beasiswa.

Menanggapi hal tersebut, Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menilai program beasiswa seperti LPDP tetap sangat penting bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

“LPDP masih sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Yang perlu dievaluasi adalah sistemnya,” ujarnya, Kamis 12 Maret 2026.

Menurut Prof. Masnun, evaluasi perlu dilakukan secara berkala terhadap para penerima beasiswa, termasuk memantau perkembangan akademik dan komitmen mereka terhadap negara.

“Evaluasi berkala perlu dilakukan, misalnya setiap enam bulan, untuk memantau perkembangan mereka,” katanya.

Ia menilai program beasiswa tidak seharusnya dihentikan hanya karena beberapa kasus.

“Yang perlu dibenahi adalah mekanisme dan sistem pengelolaannya, bukan menghentikan programnya,” jelas Prof. Masnun.

Ia juga menekankan pentingnya pembentukan karakter kebangsaan bagi para penerima beasiswa agar mereka tetap memiliki komitmen untuk kembali dan berkontribusi bagi Indonesia.

“Kita berharap mereka kembali untuk membangun Indonesia. Bagaimanapun kita lahir, tumbuh, dan hidup dari negeri ini,” katanya.

Prof. Masnun mengingatkan bahwa banyak tokoh bangsa pada masa lalu juga menempuh pendidikan di luar negeri namun tetap kembali untuk membangun tanah air.

“Para pendiri bangsa juga belajar di luar negeri, tetapi mereka kembali untuk membangun negara,” ujarnya.

Ia berharap sistem beasiswa nasional dapat terus diperkuat agar mampu menghasilkan generasi unggul yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan komitmen kebangsaan.

Rekomendasi Berita