Dinkes Mataram Perketat Imunisasi Cegah Ancaman Campak
- 08 Mar 2026 07:25 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram memperkuat langkah pencegahan penyakit campak dengan mengoptimalkan layanan imunisasi di seluruh fasilitas kesehatan. Upaya ini dilakukan untuk mempertahankan status nol kasus (zero case) campak di Kota Mataram di tengah meningkatnya temuan kasus di sejumlah daerah di Nusa Tenggara Barat yang bahkan telah berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan, mengatakan hingga saat ini Kota Mataram masih berhasil menjaga kondisi bebas kasus campak. Keberhasilan tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari pelayanan imunisasi yang dilakukan secara masif melalui jaringan fasilitas kesehatan, termasuk 11 puskesmas yang tersebar di wilayah kota.
“Kami terus memastikan pelayanan imunisasi berjalan optimal di seluruh fasilitas kesehatan. Dengan cakupan imunisasi yang tinggi, status nol kasus campak di Kota Mataram dapat tetap dipertahankan,” ujar Emirald Minggu, 8 Maret 2026.
Ia menjelaskan, campak merupakan penyakit akibat infeksi virus yang termasuk dalam kategori Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Penyakit ini memiliki risiko serius, terutama pada anak-anak, karena dapat menyerang sistem saraf hingga berpotensi menyebabkan kematian.
“Oleh karena itu, kami memberikan atensi khusus terhadap setiap potensi temuan kasus. Bahkan satu kasus campak saja sudah bisa dikategorikan sebagai situasi darurat atau KLB,” katanya.
Meski masih terdapat beberapa wilayah yang sempat menunjukkan penolakan terhadap imunisasi, Dinkes tetap melakukan pendekatan edukatif kepada masyarakat. Selain sosialisasi masif, petugas kesehatan juga melakukan pendataan bayi baru lahir serta melakukan “sweeping” bagi anak yang belum menerima imunisasi agar tidak ada yang terlewat dari program perlindungan kesehatan tersebut.
"Sebenarnya imunisasi awal itu penting sehingga kami minta orang tua tidak abai untuk memberikan Imunisasi di fasilitas kesehatan maupun di posyandu agar anak anak terhindar dari virus," jelasnya.