Jaje Aling Aling/Kaliadem, Jajanan Unik Khas Lombok

  • 28 Feb 2026 13:23 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Jaje aling-aling atau yang sering juga disebut kaliadem merupakan salah satu jajanan tradisional khas Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mencerminkan kekayaan budaya kuliner lokal. Meskipun namanya tidak selalu tercantum secara terpisah di semua daftar resmi kuliner, jajanan jenis “jaje” dalam tradisi Lombok termasuk bagian penting dari warisan makanan tradisional yang terus dipromosikan oleh Dinas Pariwisata Provinsi NTB sebagai bagian dari ragam kuliner lokal yang perlu dilestarikan dan dicoba saat berkunjung ke daerah tersebut.

Salah satu ciri paling khas jaje aling-aling adalah bentuknya menyerupai angka delapan. Bentuk melingkar ganda ini tidak hanya unik secara visual, tetapi juga memudahkan proses penggorengan agar matang merata. Dalam sejumlah ulasan kuliner daerah dan dokumentasi budaya pangan lokal, disebutkan bahwa bentuk angka delapan ini menjadi pembeda aling-aling dibanding jajanan goreng lain yang umumnya bulat atau memanjang

Jaje ling-aling atau kaliadem termasuk dalam kategori makanan ringan yang terbuat dari bahan lokal sederhana seperti tepung dan gula aren atau gula merah, diproses secara tradisional, lalu digoreng hingga berwarna kecokelatan dengan rasa manis yang gurih khas Lombok. Jajanan tradisional sejenis ini kerap dijumpai di pasar lokal, acara adat, atau sebagai camilan saat berkumpul bersama keluarga dan komunitas.

Dari sisi bahan, jaje aling-aling dibuat dari campuran tepung beras sebagai bahan utama yang memberi tekstur renyah di luar namun lembut di dalam. Adonan biasanya diberi larutan gula aren atau gula merah cair untuk menghadirkan rasa manis khas, ditambah sedikit garam sebagai penyeimbang rasa. Beberapa pembuat tradisional juga menambahkan wijen di bagian atas sebelum digoreng untuk menambah aroma dan tekstur.

Masyarakat Sasak di Lombok memiliki tradisi panjang dalam membuat berbagai jenis jajanan pasar (disebut jaje) seperti aling-aling, keciput, jaje bawang, hingga jenis lainnya yang secara turun-temurun disiapkan dalam momen penting seperti Lebaran atau perayaan adat. Hal ini juga menjadi bagian dari pelestarian budaya lokal yang terus dirayakan di desa-desa dan pasar tradisional di seluruh Lombok.

Menurut situs resmi Dinas Pariwisata Provinsi NTB, makanan tradisional lokal seperti jaje dan camilan khas ini merupakan bagian dari pengalaman kuliner yang kuat bagi wisatawan yang menjelajahi Lombok, melengkapi sajian utama seperti ayam taliwang, plecing kangkung, dan sate ikan tanjung yang juga menjadi ikon kuliner provinsi ini.

Menikmati jaje aling-aling atau kaliadem bisa menjadi kesempatan untuk mencicipi cita rasa autentik masyarakat Sasak dan merasakan langsung bagaimana tradisi keluarga serta teknik memasak turun-temurun masih dipertahankan di era modern. Untuk pelancong, jajanan ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga perjalanan menelusuri sejarah kuliner yang kaya di tengah keindahan alam Lombok.

Rekomendasi Berita