Wonton, Sajian Pangsit Sederhana yang Kaya Rasa

  • 09 Mar 2026 09:50 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Wonton merupakan salah satu hidangan pangsit yang berasal dari tradisi kuliner Tiongkok dan kini dikenal luas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Makanan ini dibuat dari lembaran adonan tepung tipis yang diisi dengan daging cincang, udang, atau sayuran, kemudian dilipat membentuk kantong kecil. Wonton dapat disajikan dengan berbagai cara, seperti direbus dalam kuah kaldu hangat, digoreng hingga renyah, maupun dipadukan dengan mi. Perpaduan tekstur kulit pangsit yang lembut dan isian yang gurih menjadikan hidangan ini banyak digemari oleh masyarakat.

Berdasarkan kajian kuliner yang dipublikasikan dalam jurnal akademik di lingkungan perguruan tinggi di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, pangsit, termasuk wonton, merupakan makanan tradisional yang telah dikenal sejak lama dalam budaya Tiongkok. Hidangan ini dibuat dari adonan tepung yang diisi berbagai bahan seperti daging dan bumbu, kemudian dimasak dengan cara direbus atau digoreng. Melalui interaksi perdagangan dan migrasi masyarakat Tionghoa, makanan tersebut kemudian menyebar ke berbagai wilayah Asia, termasuk Indonesia. Informasi tersebut juga tercantum dalam publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Universitas Negeri Gorontalo melalui jurnal Pascasarjana yang membahas perkembangan kuliner pangsit di berbagai wilayah.

Di Indonesia, wonton lebih dikenal dengan sebutan pangsit dan sering dijumpai sebagai pelengkap hidangan mi ayam maupun sup bakso. Adaptasi ini menunjukkan bagaimana kuliner dapat bertransformasi mengikuti selera lokal tanpa meninggalkan karakter aslinya. Kulit pangsit yang tipis dipadukan dengan isian daging berbumbu menghadirkan rasa gurih yang khas, sehingga hidangan ini tetap populer hingga kini.

Seiring perkembangan tren kuliner, wonton juga mengalami berbagai inovasi. Informasi yang dipublikasikan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V menunjukkan bahwa wonton kini banyak dikembangkan menjadi camilan modern, misalnya wonton pedas dengan tambahan bumbu atau chili oil. Inovasi tersebut memperlihatkan bahwa hidangan klasik ini terus beradaptasi dengan selera generasi masa kini tanpa kehilangan identitas kulinernya. (RRI/Irene Dyah)

Rekomendasi Berita