Sediakan Kuliner Khas Sasak, Rumah Makan Sukmarasa Jadi Alternatif untuk Bukber
- 10 Mar 2026 23:05 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Bulan suci Ramadhan membawa berkah tersendiri bagi dunia usaha kuliner. Salah satunya dirasakan oleh rumah makan Sukmarasa Outlet Labuapi yang mengalami lonjakan jumlah pengunjung selama bulan puasa tahun ini. Tingginya minat masyarakat untuk berbuka puasa bersama keluarga maupun rekan kerja membuat tingkat reservasi meningkat signifikan, bahkan mendekati penuh pada pertengahan hingga akhir Ramadhan.
Manajer Outlet Sukmarasa, Dian Safitri, mengungkapkan peningkatan jumlah pengunjung sudah mulai terlihat sejak awal Ramadhan. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini pihak manajemen memutuskan untuk tidak mengambil libur di awal bulan puasa.
“Alhamdulillah kunjungan selama bulan Ramadhan meningkat. Di awal-awal Ramadhan biasanya kami libur satu atau dua hari, tetapi tahun ini kami tetap buka dan langsung terlihat banyak pengunjung yang datang,” ujar Dian saat ditemui RRI di Labuapi, Lombok Barat, Selasa, 10 Maret 2026.
Ia menjelaskan, pada dua pekan pertama Ramadhan tingkat kunjungan masih fluktuatif. Namun memasuki sepuluh hingga lima belas hari terakhir, jumlah tamu yang datang meningkat tajam bahkan sebagian besar sudah melakukan reservasi lebih dahulu.
“Kalau sebelum lima belas hari terakhir itu masih naik turun. Tetapi setelah masuk sepuluh sampai lima belas hari terakhir, hampir semuanya sudah reservasi dan bisa dibilang penuh,” katanya menegaskan.
Secara persentase, tingkat kunjungan pada paruh awal Ramadhan berada di kisaran 40 hingga 50 persen dari kapasitas. Meski demikian, angka tersebut terus meningkat hingga mendekati penuh menjelang akhir bulan puasa.
“Kalau dirata-ratakan sekitar empat puluh sampai lima puluh persen di awal. Tapi setelah itu meningkat. Untuk jumlah invoice mungkin sudah ratusan per outlet, meskipun belum sampai ribuan,” ucapnya.
Dian juga menjelaskan bahwa setiap outlet Sukmarasa memiliki karakter menu yang berbeda. Beberapa outlet menawarkan menu umum seperti bakso hingga olahan ayam dan bebek mereseng, sementara outlet terbaru lebih mengusung konsep kuliner khas Sasak.
“Kalau di outlet terakhir ini memang konsepnya lebih ke makanan khas Sasak. Jadi yang paling banyak dicari itu ayam panggang serta paket-paket menu keluarga,” katanya.
Menurutnya, sebagian besar pengunjung berasal dari kalangan pekerja, keluarga, hingga generasi milenial yang ingin menikmati suasana berbuka bersama. Namun secara umum, segmen utama pelanggan berada pada usia 25 tahun ke atas.
“Segmentasi kami memang lebih banyak dari usia dua puluh lima tahun ke atas yang sudah memiliki penghasilan, karena menu yang kami sajikan juga tergolong makanan berat,” ujarnya.
Menariknya, Sukmarasa tidak menggunakan strategi promosi besar melalui influencer maupun selebgram. Manajemen lebih memilih mengandalkan kualitas pelayanan serta cita rasa makanan sebagai kekuatan utama.
“Kami tidak menggunakan influencer atau kontrak selebgram. Kami lebih fokus menjaga kualitas pelayanan dan kualitas makanan. Promosinya lebih organik, dari mulut ke mulut, dan alhamdulillah terus meningkat,” katanya mengakhiri.