Dispar Lombok Timur Targetkan Kunjungan Wisatawan Naik 20 Persen
- 17 Feb 2026 12:19 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur menargetkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan pada tahun 2026 sebesar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Target tersebut mengacu pada capaian sekitar 98 ribu kunjungan wisatawan yang diharapkan meningkat hingga mendekati 110 ribu kunjungan.
Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur Widayat mengatakan, strategi utama yang disiapkan pemerintah daerah adalah memperkuat penyelenggaraan berbagai event agar tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi pelaku ekonomi kreatif masyarakat.
"Event yang kita dorong bukan sekadar seremoni, tetapi harus mampu menggerakkan UMKM, ekonomi kreatif, serta meningkatkan lama tinggal wisatawan di Lombok Timur,” ujarnya. Minggu, 15 Februari 2026.
Selain itu, pemerintah daerah tengah mendorong penyelesaian rencana induk pengelolaan pariwisata daerah yang masih dalam pembahasan di DPRD Lombok Timur, termasuk regulasi yang mengatur peran para pihak dalam pengembangan sektor pariwisata.
“Dokumen perencanaan ini penting agar arah pembangunan pariwisata kita jelas dan berkelanjutan,” katanya.
Upaya lain yang dilakukan yakni meningkatkan citra pemerintah di mata pelaku wisata, memperbanyak kunjungan melalui penambahan event, perbaikan destinasi, serta peningkatan kualitas layanan hospitality. Tercatat sekitar 32 event direncanakan digelar, baik secara swadaya oleh masyarakat maupun melalui dukungan pembinaan pemerintah daerah meskipun dengan keterbatasan anggaran.
“Kami tetap berupaya maksimal agar kalender event berjalan karena ini menjadi pemicu utama kunjungan wisatawan,” jelasnya.
Dari sisi potensi, Lombok Timur dinilai memiliki daya tarik wisata alam yang masih alami seperti kawasan Sembalun dan Ekas yang telah diminati wisatawan meski belum banyak intervensi pembangunan. Pemerintah pun mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan agar pengembangan pariwisata tetap selaras pada 2026, termasuk dukungan terhadap event berskala internasional di kawasan sekitar.
“Potensi alam kita sangat kuat, tinggal bagaimana dikelola secara kolaboratif dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Aspek keamanan wisatawan juga menjadi perhatian. Dinas Pariwisata telah berkoordinasi dengan Polres Lombok Timur serta beberapa kali menyampaikan laporan terkait gangguan keamanan seperti pungutan liar maupun tindak kriminal yang berpotensi merugikan wisatawan.
“Penindakan menjadi kewenangan aparat penegak hukum, sementara kami bersama masyarakat fokus pada pencegahan dan pengawasan,” jelasnya.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap dapat mewujudkan destinasi wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Tentunya agar mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.