Budaya Memilih Takjil Sehat dan Higienis Kian Menguat di Bulan Ramadan

  • 25 Feb 2026 09:58 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan- Ramadan tidak hanya menjadi momen peningkatan ibadah, tetapi juga menghadirkan tradisi berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa. Di berbagai sudut kota, lapak pedagang dipadati masyarakat yang mencari hidangan manis dan segar untuk membatalkan puasa. Namun, di balik semarak tersebut, tumbuh kesadaran baru tentang pentingnya memilih takjil yang sehat dan higienis.

Dalam beberapa tahun terakhir, warga semakin selektif saat membeli makanan berbuka. Mereka tidak lagi sekadar tergiur warna mencolok atau harga murah, tetapi mulai memperhatikan kebersihan tempat jualan, cara penyajian, hingga kualitas bahan baku. Pedagang yang menggunakan sarung tangan, penutup kepala, dan kemasan tertutup lebih diminati pembeli.

Fenomena ini terlihat jelas di sejumlah pasar Ramadan dan kawasan kuliner sore hari. Orang tua kini mengajarkan anak-anaknya untuk memilih makanan yang tidak terlalu manis, tidak berwarna mencolok, serta disimpan di wadah tertutup. Edukasi tentang bahaya bahan tambahan berlebihan juga semakin gencar disampaikan melalui sekolah, komunitas, dan media sosial.

Selain faktor kesehatan, aspek higienitas juga menjadi perhatian utama. Takjil yang diletakkan terbuka tanpa penutup cenderung dihindari karena berisiko terpapar debu dan polusi. Pembeli pun lebih percaya pada pedagang yang menjaga kebersihan meja, peralatan, serta lingkungan sekitar.

"Saya dulunya sering beli takjil dan sering beli aneka bubur dan hampir selalu sakit perut setelahnya mungkin karena pencernaan saya sensitiv dn tidak tahu apakah santan yang digunakan dimasak terlebih dahulu atau bagaimana",ujar Irene Ayu Anggita Mahasiswi UIN SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY (UIN SYAHADA) Padang Sidempuan pada Rabu ( 25/02/2025 ).

Nur Laini Harahap yang juga Mahasiswi UIN SYAHADA Syekh Ali Hasan Ahmad addary Padang Sidimpuan) Jurusan KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM (KPI) mengatakan lebih memilih masak dirumah karena lebih terjamin kepastian bahannya." Biasanya orang tua lebih sering memasak takjil di rumah",ucapnya.

Budaya memilih takjil sehat dan higienis ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas ibadah selama Ramadan. Dengan tubuh yang sehat, masyarakat dapat menjalankan puasa dan aktivitas lainnya dengan lebih optimal. Ramadan pun tidak hanya menghadirkan keberkahan spiritual, tetapi juga kesadaran kolektif akan pentingnya pola konsumsi yang aman dan menyehatkan.

Rekomendasi Berita