Urban Farming Jadi Solusi Warga Kota, Hemat Belanja hingga Redakan Stres

  • 23 Feb 2026 23:42 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Harga bahan pangan yang kerap mengalami kenaikan membuat sebagian warga kota mulai mencari cara agar lebih mandiri memenuhi kebutuhan dapur. Di tengah keterbatasan lahan, urban farming atau bercocok tanam di lingkungan perkotaan kini menjadi alternatif yang semakin diminati.

Urban farming merupakan kegiatan menanam sayur, buah, tanaman herbal, hingga beternak dalam skala kecil dengan memanfaatkan ruang terbatas seperti pekarangan rumah, teras, balkon, bahkan sudut ruangan. Hasilnya dapat dikonsumsi sendiri maupun dibagikan kepada keluarga dan tetangga sekitar.

Mengutip Alodokter, aktivitas berkebun di rumah tidak hanya membantu menyediakan bahan pangan yang lebih segar, tetapi juga memberi manfaat kesehatan. Berkebun diketahui dapat membantu meredakan stres, memperbaiki suasana hati, serta mendorong pola makan lebih sehat karena ketersediaan sayur dan buah menjadi lebih mudah diakses.

Metode yang digunakan pun beragam. Selain menanam secara konvensional menggunakan pot atau polybag, sebagian warga menerapkan sistem hidroponik, yakni teknik bercocok tanam menggunakan air bernutrisi tanpa tanah. Ada pula konsep pertanian vertikal yang menyusun tanaman secara bertingkat untuk memaksimalkan ruang sempit.

Salah satu warga kota Medan yang konsisten menjalankan urban farming adalah Rahmawaty Dalimunthe. Ibu rumah tangga ini telah beberapa tahun terakhir memanfaatkan halaman belakang rumahnya menjadi kebun kecil produktif.

Beragam tanaman tumbuh di sana, mulai dari tomat ceri, kacang panjang, bawang merah dan bawang putih, daun bawang, hingga tanaman rimpang seperti kunyit dan jahe. Ia juga memanfaatkan barang bekas seperti botol air mineral sebagai wadah tanam.

Rahmawaty mengaku prosesnya tidak selalu berjalan mulus. Ia banyak belajar teknik menanam secara mandiri melalui tayangan di YouTube. Beberapa kali tanaman yang ia rawat gagal tumbuh atau mati sebelum panen. Namun kegagalan tersebut justru menjadi pengalaman berharga.

“Awalnya sempat gagal juga, tapi dari situ jadi belajar lagi. Lihat di YouTube, coba lagi pelan-pelan sampai berhasil. Udah jadi hobi juga, bisa menghemat juga, terus senang gitu lihat yang kita tanam berhasil,” ujarnya kepada rri.co.id, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, hasil panen memang tidak selalu melimpah, tetapi cukup membantu mengurangi pengeluaran dapur. Lebih dari itu, kegiatan menanam menghadirkan rasa puas dan ketenangan tersendiri di tengah rutinitas harian.

Dengan metode yang fleksibel dan biaya yang relatif terjangkau, urban farming menjadi langkah sederhana yang berdampak nyata. Di tengah ritme kehidupan kota yang serba cepat, kebun kecil di rumah bisa menjadi sumber pangan sekaligus ruang belajar yang tak pernah berhenti.

Rekomendasi Berita