sebelum Anak Aktif di Media Sosial, Orangtua Perlu Siapkan Ini

  • 07 Mar 2026 11:55 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Media sosial semakin akrab dengan anak-anak, bahkan sejak usia sekolah dasar. Akses gawai yang kian mudah serta derasnya arus informasi membuat ruang digital menjadi bagian dari keseharian mereka. Kondisi ini menuntut orangtua untuk tidak sekadar mengawasi, tetapi juga membekali anak dengan pemahaman yang tepat sebelum mereka aktif bermedia sosial.

Dikutip dari IDN Times, orangtua sebaiknya mulai membicarakan media sosial sejak dini, tanpa menunggu anak meminta izin membuat akun. Percakapan yang dibangun lebih awal membantu anak memahami bahwa dunia digital memiliki aturan dan konsekuensi. Komunikasi terbuka juga memperkecil kemungkinan anak mencari informasi sendiri tanpa pendampingan.

Selain komunikasi, literasi digital menjadi bekal penting. Anak perlu memahami bahwa tidak semua konten di media sosial mencerminkan kenyataan. Tekanan untuk mendapatkan tanda suka, komentar, atau pengikut dapat memengaruhi kepercayaan diri mereka. Dengan literasi yang memadai, anak diharapkan mampu bersikap kritis, memilah informasi, serta tidak mudah terpengaruh oleh tren yang belum tentu sesuai dengan nilai keluarga.

Orangtua juga perlu menyusun aturan penggunaan media sosial secara jelas dan disepakati bersama. Batasan durasi penggunaan, jenis konten yang dapat diakses, hingga etika berinteraksi harus dibicarakan secara terbuka. Kesepakatan ini bukan bertujuan membatasi secara berlebihan, melainkan menciptakan rasa aman dan tanggung jawab dalam penggunaan media sosial.

Aspek keamanan dan privasi tak kalah penting. Anak perlu memahami risiko membagikan data pribadi, seperti lokasi, sekolah, atau aktivitas harian. Pengaturan privasi akun serta kebiasaan untuk tidak mudah membagikan informasi sensitif perlu diajarkan sejak awal. Pendampingan orangtua pada tahap awal penggunaan media sosial menjadi langkah preventif untuk meminimalkan potensi penyalahgunaan.

Terakhir, keteladanan orangtua menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan. Kebiasaan membatasi waktu layar, tidak menyebarkan informasi pribadi secara berlebihan, serta menjaga etika dalam berkomentar akan menjadi contoh nyata bagi anak. Anak cenderung meniru apa yang mereka lihat setiap hari.

Media sosial memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan generasi saat ini. Namun, dengan komunikasi yang terbuka, literasi yang memadai, aturan yang jelas, serta pendampingan yang konsisten, orangtua dapat membantu anak tumbuh sebagai pengguna media sosial yang lebih bijak dan bertanggung jawab.

Rekomendasi Berita