Ilmiah dan Spriritual dalam Buku Building Islamic Habit
- 10 Mar 2026 09:53 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Derasnya distraksi digital dan menurunnya disiplin dalam mengelola waktu, sebuah buku kini mencuri perhatian pembaca Muslim Indonesia. Building Islamic Habit: Seni Meningkatkan Produktivitas dengan Membangun Kebiasaan Islami, karya Muyassaroh.
Sejak diterbitkan oleh Rene Islam pada 2024, buku ini terus menjadi perbincangan karena pendekatannya yang tidak hanya memotivasi, tetapi juga mengoreksi cara kita memandang produktivitas dan kebiasaan.
Hadir sebagai angin segar yang menawarkan jalan pulang menuju hidup yang lebih tertata, lebih bermakna, dan lebih dekat dengan nilai-nilai Islam. Buku ini berhasil menjembatani jurang antara pengetahuan agama (teori) dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari (praktik),” ujar salah seorang pembaca dalam sesi diskusi daring. Pendekatan ini membekali pembaca dengan alat nyata untuk mengatasi kemalasan dan inkonsistensi.
Dalam karyanya kali ini, Muyassaroh penulis yang telah menelurkan lebih dari 20 buku multigenre, termasuk beberapa yang terbit di Malaysia dan Mesir mengajak pembaca untuk menelaah kembali hubungan antara manajemen waktu, disiplin diri, dan kedalaman spiritual.
Ia membuka buku ini dengan refleksi sederhana namun menggugah: mengapa manusia yang memiliki jumlah waktu sama bisa menghasilkan capaian yang sangat berbeda? Pertanyaan itu kemudian dijawab melalui konsep kebiasaan Islami yang dibangun perlahan, konsisten, dan berlandaskan nilai Qurani.
Sejak peluncurannya oleh penerbit Rene Islam, buku ini telah menempati posisi yang cukup menonjol di berbagai toko buku daring. Meskipun angka resmi penjualan tidak diungkapkan oleh penerbit, Building Islamic Habit tercatat sebagai salah satu buku kategori produktivitas Islami yang paling sering direkomendasikan oleh komunitas pembaca muda.
Banyak yang menilai buku ini hadir di saat yang tepat, terutama di era penuh distraksi digital yang membuat kebiasaan produktif semakin sulit dipertahankan. Isi buku ini terbagi dalam beberapa bagian penting. Di awal, Muyassaroh mengulas tentang urgensi menghargai waktu, sesuatu yang sering dilupakan meski Islam menempatkannya sebagai amanah besar.
Bagian berikutnya membawa pembaca pada proses membangun habit positif melalui langkah-langkah yang realistis, dapat dipraktikkan, dan bertumpu pada motivasi spiritual. Tidak hanya menambah semangat, penulis juga menjelaskan teknik untuk menundukkan rasa malas, menertibkan diri, serta memaknai kerja dan ibadah sebagai kesatuan yang saling menguatkan.