Menjadi Diri Sendiri Seperti A Journey To Myself

  • 10 Mar 2026 11:39 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – A Journey To MySelf adalah sebuah buku karya Indah Suci Lorian atau yang lebih di kenal sebagai Lorianbackpacker. Buku ini menjelaskan bagaimana perjalanan penyembuhan dan pembelajaran diri melalui perjalanan panjang yang ia tempuh, sesuai dengan makna judulnya (sebuah perjalanan menuju diri sendiri). Buku ini telah terjual cukup banyak, mencapai lebih dari 1.000 eksemplar pada pertengahan 2025.

Buku ini tersedia di berbagai platfrom seperti Shopee dan juga Gramedia. Sebelum di terbitkan menjadi buku, lorian sudah aktif di media sosialnya sebagai travel influencer yang unik.

ia memilih gaya solo trip ala backpacker dengan anggaran minim. Ia memulai perjalanan dari jogja-bali dengan menghabiskan uang Rp. 150.000, hingga tidur di stasiun Bangkok bersama gelandangan. Ia menunjukkan bahwa melihat dunia luas dapat dimulai dengan kesederhanaan.

Buku ini juga menceritakan kisah sebelum lorian melakukan trip solonya, pembaca akan dihadapkan pada masa lalu lorian yang penuh luka, tumbuh tanpa seorang ibu sejak usia 11 tahun, kekerasan fisik dari ayah, penghianatan serta perjuangan melawan diagnosis bipolar dan upaya bunuh diri (menenggak 30 kapsul pil penenang).

Salah satu bagian yang paling menyentuh adalah pesan di awal buku yaitu perjalanan paling panjang adalah kembali pulang, kepada diri sendiri. Lorian mengajak pembaca merenung bahwa rumah ternyaman untuk menaruh resah dan mencari ketenangan adalah pada diri sendiri.

Lorian menceritakan bahwa dulu dirinya dihina dan dicela, namun perjalanannya membawanya pada penerimaan penuh. Pujian dari orang-orang asing terhadap matanya yang bulat dan kulitnya yang sawo matang khas Indonesia membantunya menyadari bahwa standar kecantikan seringkali dipengaruhi oleh dia yang putih. Ia pun menjadi sosok yang menggaungkan bahwa cantik tidak harus putih.

Lorian juga memberikan peringatan penting di awal buku yaitu mengandung kekerasan (suicidal education) yang mungkin dapat membuat trauma bagi sebagian orang. Oleh karena itu, bagi pembaca yang merasa tidak nyaman, disarankan untuk berhenti membaca atau membaca dengan pendampingan.

Rekomendasi Berita