Pemenuhan Gizi Anak Harus Sesuai Kebutuhan Tumbuh Kembang

  • 28 Feb 2026 10:07 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Ketua Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat UINSU Medan, Nadya Ulfa Tanjung, menegaskan pemenuhan gizi anak harus berlandaskan pada kebutuhan tumbuh kembang yang optimal. Menurutnya, pada usia anak proses utama yang terjadi di dalam tubuh adalah pertumbuhan dan perkembangan fisik serta mental.

“Kalau kita berbicara standar gizi untuk anak, maka yang harus dilihat adalah kebutuhan pada proses tumbuh kembangnya. Jadi bukan hanya soal jumlah makanan yang masuk, tetapi apakah mendukung pertumbuhan fisik dan mentalnya secara optimal,” ujar Nadya, Sabtu 28 Februari 2026.

Ia menekankan pemenuhan gizi tidak cukup hanya melihat kuantitas. Anak membutuhkan komponen gizi yang lengkap dan beragam untuk mendukung fungsi tubuh secara menyeluruh.

“Fokusnya bukan sekadar banyaknya makanan, tetapi kelengkapan zat gizinya. Ada gizi makro untuk energi dan daya tahan tubuh, ada vitamin dan mineral untuk metabolisme dan fungsi organ,” kata Nadya.

Terkait program makan bergizi gratis (MBG), Nadya menyebut program ini merupakan bentuk intervensi gizi berbasis populasi yang menyasar kelompok rentan, termasuk anak sekolah. Ia menjelaskan MBG bukan untuk memenuhi seluruh kebutuhan harian, melainkan sebagai tambahan asupan gizi di sekolah.

“MBG ini membantu memastikan ada peningkatan asupan gizi selain dari rumah,” ucap Nadya.

Ia menyebutkan, satu porsi makan siang dalam MBG idealnya dapat memenuhi sekitar 20 hingga 30 persen kebutuhan gizi harian anak. Karena itu, komposisi menu harus proporsional dan lengkap.

“Satu porsi tidak boleh hanya nasi dan lauk saja, tetapi juga harus ada sayur dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral,” ujarnya.

Menurut Nadya, standar menu tidak bisa disamaratakan di seluruh daerah, tanpa mempertimbangkan kondisi dan status gizi anak.

“Kita tidak bisa menyamakan kebutuhan dari Sabang sampai Merauke. Status gizi itu harus dilihat dari usia, kondisi tubuh, dan kebutuhan masing-masing anak,” kata Nadya.

Ia menambahkan peningkatan penggunaan protein hewani berbasis pangan lokal juga perlu diperkuat dalam pelaksanaan MBG. Pemanfaatan bahan pangan lokal, termasuk protein hewani, bisa mendukung kualitas gizi sekaligus memberdayakan sektor pertanian dan UMKM.

Rekomendasi Berita