Pentingnya Aspek Pengolahan dan Keamanan Pangan dalam Program MBG

  • 28 Feb 2026 10:17 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Ketua Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat UINSU Medan, Nadya Ulfa Tanjung, menyoroti pentingnya aspek pengolahan dan keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai kualitas gizi tidak hanya ditentukan oleh jenis makanan, tetapi juga oleh proses pengolahannya.

“Selain komposisi, proses pengolahan harus dipastikan optimal. Cara memasak dan interaksi antarzat gizi harus diperhatikan, agar tidak ada zat yang terhambat penyerapannya,” ujar Nadya, Sabtu 28 Februari 2026.

Menurutnya, makanan dalam MBG harus dirancang agar zat gizinya saling mendukung, bukan justru saling menghambat.

“Harus dipastikan interaksi zat gizinya positif, sehingga manfaatnya bisa maksimal bagi anak,” kata Nadya.

Nadya juga menegaskan aspek keamanan pangan menjadi prinsip utama. Terutama karena makanan disiapkan dalam jumlah besar untuk banyak penerima manfaat.

“Mulai dari persiapan bahan, pencucian alat, proses memasak hingga distribusi harus memenuhi standar higienis dan sanitasi,” ucap Nadya.

Ia mengingatkan personal hygiene para penjamah makanan menjadi faktor krusial dalam mencegah risiko kontaminasi. Bukan hanya makanannya yang harus aman, tetapi orang yang mengolah dan menyentuh makanan juga harus memahami prinsip keamanan pangan.

Menurut Nadya, pengawasan dan monitoring perlu dilakukan secara berkelanjutan, agar pelaksanaan MBG berjalan optimal dan tidak menimbulkan kasus yang merugikan penerima manfaat.

“Program ini sangat baik, tetapi tetap harus ada standarisasi menu dan monitoring, baik internal maupun eksternal. Agar tujuan peningkatan kualitas sumber daya manusia bisa tercapai,” kata Nadya.

Rekomendasi Berita