Cotton Candy Cemilan yang tetap Populer

  • 29 Jan 2026 10:46 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Cotton candy atau permen kapas masih menjadi salah satu jajanan yang mudah ditemui di berbagai pusat keramaian. Di Indonesia, jajanan manis ini cukup populer, baik di kalangan anak-anak maupun orang dewasa, terutama di pasar malam, acara hiburan rakyat, hingga pusat perbelanjaan.

Bentuknya yang ringan dan beragam membuat permen kapas kerap menarik perhatian pengunjung. Selain rasanya yang manis, teksturnya yang menyerupai kapas juga menjadi daya tarik tersendiri.

Salah seorang pengunjung pusat perbelanjaan, Andine, mengaku kerap membeli permen kapas saat berjalan-jalan. Menurutnya, jajanan ini tak hanya menarik secara visual, tetapi juga bisa dinikmati bersama - sama.

“Suka beli karena bisa pilih karakternya dan juga makannya bisa sambil jalan keliling mall, jadi bisa jadi camilan rame,” ujarnya kepada rri.co.id, Rabu (28/1/2026).

Permen kapas sendiri dibuat dari gula pasir yang diproses menggunakan mesin khusus. Gula dipanaskan lalu diputar hingga membentuk serat-serat halus yang mengembang menyerupai kapas.

Meski kini mudah ditemui di berbagai tempat, permen kapas ternyata memiliki sejarah panjang. Mengutip laman Kompasiana, jajanan ini sudah dikenal sejak abad ke 15 di Italia, meski bentuknya saat itu belum selembut permen kapas yang dikenal sekarang.

Perkembangan permen kapas modern terjadi pada akhir abad ke 19, ketika William Morisson dan John C. Wharton menciptakan mesin pembuat permen kapas berbasis listrik pada 1897. Mesin tersebut kemudian dipatenkan pada 1899 dan menjadi cikal bakal produksi permen kapas modern.

Sejak diperkenalkan secara luas di Amerika Serikat pada 1904, permen kapas semakin populer dan menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia, hingga tetap digemari hingga saat ini.

Rekomendasi Berita