Nilai Filosofi dalam Pembuatan Kue Rasidah

  • 28 Feb 2026 13:52 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Kue Rasidah bukan sekadar hidangan manis biasa. Praktisi kesehatan sekaligus pegiat kuliner Melayu, Zainab Mahyuni mengatakan Rasidah menyimpan jejak sejarah panjang budaya Melayu yang pernah berjaya di Tanah Deli.

Secara bahan, Zinab mengatakan Rasidah terbuat dari tepung terigu protein tinggi, gula, kuning telur, air, serta minyak bekas penggorengan bawang yang menjadi ciri khas aromanya. Namun, dalam Obrolan Budaya RRI Net Medan pada Selasa, 24 Februari 2026 dijelaskan oleh Zainab bahwa yang membuatnya istimewa adalah proses memasaknya yang penuh ketelitian dan kesabaran.

“Cara mengaduknya pun ada falsafahnya. Harus melawan arah jarum jam, seperti arah tawaf. Itu bukan sekadar teknik, tetapi ada nilai spiritual dan filosofi di dalamnya,” ujar Zainab.

Proses yang rumit inilah, menurutnya, yang membuat generasi muda mulai enggan mempelajari pembuatan kue tradisional. Padahal, dalam budaya Melayu, memasak bukan hanya urusan dapur, melainkan bagian dari pendidikan karakter dan pelestarian adat.

Zainab menambahkan, generasi muda Melayu khususnya yang ada di Kota Medan memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mempromosikan warisan kuliner tradisionalnya. Zainab juga beharap agar identitas kue ini sebagai identitas budaya Melayu dapat tetap hidup di tengah arus zaman.

Rekomendasi Berita