Astex 2025 Perkuat Promosi Pariwisata Sumut di Global
- 03 Nov 2025 10:42 WIB
- Medan
KBRN, Medan: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Utara (Sumut) mendorong kebangkitan ekosistem pariwisata melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya lewat gelaran Astindo Travel Exchange (Astex) 2025.
Acara yang dihadiri pelaku industri wisata dari 14 negara dan 8 provinsi ini, diyakini menjadi momentum strategis memperkuat jejaring promosi pariwisata Sumut di tingkat nasional dan global.
Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan, pariwisata tidak dapat dibangun secara terpisah. Melainkan harus tumbuh dari sinergi semua pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat.
Hal itu disampaikan Bobby dalam sambutan pada acara Jamuan Makan Tamu Astex 2025, di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Minggu (2/11/2025) malam. Sambutan tersebut dibacakan oleh Plh Sekdaprov Sumut, Sulaiman Harahap.
Astex 2025 merupakan rangkaian pertemuan bisnis (business meeting) yang mempertemukan ratusan pelaku industri perjalanan dari dalam dan luar negeri. Kegiatan ini menjadi sarana memperluas jejaring kerja sama, sekaligus memperkenalkan potensi wisata Sumatra Utara kepada dunia.
“Ini bukan sekadar pertemuan bisnis, tetapi konvergensi strategis antara promosi, kolaborasi, dan investasi pariwisata. Melalui acara ini, kita mempertemukan para pelaku industri wisata dari dalam dan luar negeri, membangun jembatan kerja sama, serta memperkenalkan keindahan Sumatra Utara kepada dunia,” ujarnya.
Ia mengatakan momentum ini penting dalam memperkuat citra Sumatra Utara sebagai tuan rumah pertemuan pelaku industri pariwisata (pembeli dan penjual). Serta membuka peluang transaksi produk dan jasa di sektor ini. Terlebih, Sumut memiliki sejumlah destinasi unggulan seperti Danau Toba, Bukit Lawang, dan Kepulauan Nias.
“Kita patut bersyukur, sektor pariwisata Sumatra Utara menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2024 mencapai 250.413 kunjungan, meningkat 26,32 persen dari tahun sebelumnya (198.240 kunjungan)," ucapnya.
Ia menambahkan, hingga Agustus 2025, kunjungan wisman mencapai 193.758 kunjungan. Dengan lima besar wisatawan berasal dari Malaysia, Singapura, Tiongkok, Belanda, dan Jerman.
Ia menyebut kebangkitan sektor pariwisata bukan hanya tentang peningkatan kunjungan. Tetapi juga berdampak langsung pada ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, serta kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPD Astindo Sumut, Tengku Feria Aznita, menjelaskan pihaknya telah menggelar Astindo Travel Fair untuk memperkenalkan destinasi wisata Sumut. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, dan puncaknya diwujudkan dalam pertemuan bisnis antara agen perjalanan lokal dengan mitra dari berbagai daerah dan negara.
“Pada 3 November 2025 akan digelar pertemuan bisnis antara 117 agen perjalanan. Dan mulai 4 November para tamu akan mengikuti fun trip untuk mengenal langsung destinasi wisata unggulan Sumatra Utara,"kata Aznita.