Dorong Pariwisata Berkelanjutan, Wamenpar Soroti Peran Ekonomi Biru

  • 31 Jan 2026 11:16 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menegaskan pentingnya menjaga ekosistem laut sebagai fondasi utama dalam membangun pariwisata Indonesia yang berkelanjutan dan berdaya saing global. Hal ini disampaikannya dalam forum internasional Bali Ocean Days 2026, di Jimbaran Convention Center, InterContinental Bali Resort, Jumat 30 Januari 2026.

“Pariwisata Indonesia kini tidak lagi mengejar angka kunjungan semata, tetapi memastikan kontribusi nyata bagi perlindungan ekosistem laut dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal, khususnya di 10 Destinasi Prioritas dan 3 Destinasi Regeneratif,” kata Ni Luh Puspa dlansir dari website Kementerian Pariwisata.

Ni Luh Puspa menjelaskan pariwisata berkelanjutan di Indonesia telah didefinisikan secara tegas dalam kerangka regulasi nasional sebagai pariwisata yang menyeimbangkan perlindungan lingkungan, nilai sosial dan budaya. Serta manfaat ekonomi, baik untuk masa kini maupun generasi mendatang. Pemerintah Indonesia juga terus memperkuat implementasi ekonomi biru sebagai strategi utama pembangunan nasional.

"Konsep ini menitikberatkan pada pemanfaatan sumber daya laut secara bertanggung jawab untuk menghasilkan nilai ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sekaligus memastikan ekosistem laut tetap produktif dan utuh bagi masa depan,” ucapnya.

Ia mengatakan, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan wilayah laut lebih dari 70 persen, Indonesia dinilai memiliki potensi pariwisata bahari yang sangat besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Berdasarkan data kementerian, ekonomi bahari Indonesia telah menyumbang sekitar 5,9 miliar dolar AS pada 2024.

"Perkembangan ini tercermin dari penguatan desa wisata di wilayah pesisir. Dari sekitar 12.000 desa pesisir di seluruh Indonesia, lebih dari 2.000 desa telah mengembangkan kegiatan pariwisata bahari hingga 2024,” ujar Ni Luh Puspa.

Rekomendasi Berita