Tradisi Mulia Masyarakat Aceh Menyambut Ramadhan
- 17 Feb 2026 21:00 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh : Menjelang tibanya bulan suci Ramadhan, masyarakat Aceh kembali menjalankan tradisi turun-temurun yang telah ada sejak zaman Kesultanan Aceh, yaitu Makmeugang atau Meugang. Tradisi ini merupakan momen sakral di mana masyarakat membeli, memasak, dan menikmati daging sapi atau kerbau bersama keluarga.
Apa Itu Makmeugang?
Secara harfiah, Meugang berasal dari kata "Makmeugang" yang berarti merayakan hari-hari besar Islam dengan hidangan daging. Tradisi ini biasanya berlangsung selama dua hari sebelum puasa dimulai.
Pesta Daging
Pasar-pasar dadakan (pasar daging) akan menjamur di seluruh pelosok Aceh, dipadati warga yang ingin membeli daging segar dengan kualitas terbaik.
Momen Silaturahmi
Meugang bukan sekadar makan-makan, melainkan ajang berkumpulnya keluarga besar. Anggota keluarga yang merantau biasanya akan pulang kampung demi menikmati masakan ibu di hari Meugang.
Nilai Berbagi
Salah satu esensi terpenting Meugang adalah kedermawanan. Masyarakat yang mampu atau lembaga sosial seringkali membagikan daging kepada anak yatim dan fakir miskin agar semua lapisan masyarakat bisa merasakan kebahagiaan menyambut Ramadhan.
Filosofi di Balik Tradisi
Bagi masyarakat Aceh, Meugang adalah bentuk rasa syukur atas kesempatan kembali dipertemukan dengan bulan Ramadhan. Memasak hidangan terbaik dianggap sebagai cara memuliakan tamu agung, yaitu bulan puasa, sekaligus mempererat tali persaudaraan antar sesama.