Pesona 5 Kota diDunia Memiliki Tradisi Khas Ramadan
- 24 Feb 2026 14:21 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh : Ramadan bukan sekadar momen menjalankan ibadah puasa, tapi juga panggung bagi keragaman budaya di seluruh penjuru dunia. Dari dentuman meriam hingga tradisi membangunkan sahur yang puitis, tiap sudut bumi memiliki cara unik untuk menyambut bulan suci ini.
Berikut adalah pesona 5 kota di dunia dengan tradisi Ramadan yang paling ikonik:
1. Kairo, Mesir “Kelap-kelip Lampu Fanous”
Kairo sering dijuluki sebagai "Ibu Kota Ramadan". Tradisi paling khas di sini adalah Fanous, yaitu lentera warna-warni yang menghiasi setiap sudut jalan, balkon rumah, hingga toko-toko.
Tradisi ini bermula dari Dinasti Fatimiyah ketika penduduk menyambut kedatangan Khalifah dengan obor.
Kairo menjadi kota yang tidak pernah tidur, di mana pasar tradisional Khan el-Khalili berubah menjadi lautan cahaya yang magis.
2. Istanbul, Turki “Piknik Iftar di Pelataran Masjid”
Di Istanbul, berbuka puasa adalah perayaan komunal. Ribuan orang berkumpul di area antara Masjid Biru (Sultan Ahmed) dan Hagia Sophia untuk melakukan piknik raksasa.
Pemerintah kota sering menyediakan tenda-tenda makanan gratis, namun banyak warga yang membawa karpet dan bekal sendiri dari rumah.
Suara meriam kuno masih digunakan di beberapa titik untuk menandakan waktu berbuka (Maghrib).
3. Mekkah, Arab Saudi “ Spiritualitas dan Kemurahan Hati”
Sebagai pusat dunia Islam, Mekkah menawarkan pengalaman spiritual yang tiada banding. Namun, pesona aslinya terletak pada Keramahan (Hospitality) warga lokal dan jemaah.
Di sepanjang jalan menuju Masjidil Haram, warga lokal akan "berebut" menarik tangan para jemaah untuk diajak berbuka puasa di meja makan yang mereka gelar di trotoar.
Kurma Al-Ajwa dan air Zamzam yang disajikan dengan rasa persaudaraan yang kental.
4. Sarajevo, Bosnia-Herzegovina “Dentuman Meriam dari Yellow Bastion”
Di jantung Eropa, Sarajevo menyimpan tradisi Ramadan yang elegan. Puncaknya adalah Meriam Ramadan yang ditembakkan dari benteng kuning (Zuta Tabija) yang menghadap ke seluruh kota.
Begitu meriam berdentum, lampu-lampu di menara masjid di seluruh lembah Sarajevo menyala secara bersamaan.
Roti Somun yang harum adalah hidangan wajib yang antreannya bisa mengular di toko-toko roti tua sebelum waktu berbuka.
5. New Delhi, India “Hiruk Pikuk Lorong Chandni Chowk”
Kawasan tua Delhi, khususnya di sekitar Masjid Jama, berubah menjadi surga kuliner saat matahari terbenam.
Masih ada kelompok orang yang disebut Sehriwali yang berkeliling gang-gang sempit sambil meneriakkan nama Allah dan memukul tongkat untuk membangunkan warga saat sahur.
Aroma kebab, Nihari, dan manisan Shahi Tukda memenuhi udara, menciptakan festival rasa yang bertahan hingga waktu subuh.
Setiap kota memiliki caranya sendiri dalam merayakan kemenangan spiritual, membuktikan bahwa Ramadan adalah momen global yang mempersatukan umat dalam perbedaan.