Bahaya Minuman Dingin saat Berbuka Puasa
- 12 Mar 2026 01:53 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Konsumsi minuman dingin saat berbuka puasa memang terasa menyegarkan setelah menahan haus sepanjang hari. Namun, minuman yang terlalu dingin dapat memberi efek tertentu pada tubuh, terutama karena lambung berada dalam keadaan kosong selama berjam-jam.
Perubahan suhu yang tiba-tiba dapat membuat sistem pencernaan perlu beradaptasi kembali setelah seharian tidak menerima makanan dan minuman.
Salah satu risiko yang dapat muncul adalah iritasi pada lambung. Ketika minuman yang sangat dingin masuk ke perut kosong, lambung dapat mengalami kontraksi secara tiba-tiba. Kondisi ini pada sebagian orang dapat menyebabkan rasa tidak nyaman seperti perih, kembung, atau mual, terutama pada mereka yang memiliki riwayat penyakit lambung seperti Gastritis.
Selain itu, minuman dingin juga dapat memengaruhi proses pencernaan. Perut yang baru menerima asupan setelah lama kosong membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri. Jika langsung diisi dengan minuman bersuhu sangat rendah, proses pencernaan bisa terasa kurang nyaman dan menimbulkan gejala seperti sakit perut ringan atau sendawa berlebihan.
Minuman dingin yang diminum terlalu cepat juga berpotensi mengiritasi tenggorokan. Setelah seharian tidak minum, tenggorokan cenderung kering dan sensitif. Masuknya minuman yang sangat dingin dapat memicu rasa tidak nyaman atau bahkan memicu batuk pada sebagian orang.
Oleh karena itu, saat berbuka puasa disarankan untuk memulai dengan air putih bersuhu normal atau hangat terlebih dahulu. Setelah tubuh mulai beradaptasi dan perut terisi makanan ringan, minuman dingin masih boleh dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Cara ini membantu tubuh menyesuaikan diri secara bertahap dan menjaga kesehatan sistem pencernaan.