Sahur Bergizi agar Tetap 'On Fire' Sepanjang Hari
- 23 Feb 2026 10:07 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh : Masalah klasik saat menjalankan ibadah puasa adalah rasa lemas dan kantuk yang menyerang di siang hari. Ternyata, kunci utama stamina selama belasan jam berpuasa bukan terletak pada seberapa banyak kita makan saat sahur, melainkan pada kualitas nutrisi yang masuk ke tubuh.
Melewatkan sahur atau hanya sekadar makan mi instan mungkin terasa praktis, namun hal ini justru menjadi pemicu utama sugar crash atau penurunan energi secara drastis. Lantas, bagaimana komposisi sahur yang ideal?
Strategi Sahur "Smart" untuk Energi Maksimal
Pakar nutrisi menyarankan rumus sederhana untuk piring sahur Anda agar tidak cepat merasa lapar
Karbohidrat Kompleks adalah Kunci
Ganti nasi putih atau roti putih dengan nasi merah, gandum, atau ubi. Karbohidrat kompleks memiliki serat tinggi yang diserap tubuh secara perlahan, sehingga level energi tetap stabil.
Protein sebagai 'Jangkar' Perut
Protein (telur, ayam, tempe, atau ikan) memberikan rasa kenyang lebih lama dibandingkan karbohidrat. Protein juga membantu menjaga massa otot agar tubuh tidak terasa "lembek".
Lemak Sehat & Serat
Jangan lupakan alpukat, kacang-kacangan, atau sayuran hijau. Serat berfungsi mengerem kecepatan pencernaan sehingga Anda tidak merasa keroncongan di jam 10 pagi.
Hidrasi Pintar (2-4-2)
Jangan meminum air terlalu banyak sekaligus saat sahur karena akan langsung dibuang oleh ginjal. Gunakan pola: 2 gelas saat berbuka, 4 gelas sepanjang malam, dan 2 gelas saat sahur.
Ada beberapa Daftar Menu Sahur yang Direkomendasikan seperti Karbo Kompleks
Oatmeal, Nasi Merah, Pepaya, kamu juga bisa menambahkan Energi tahan lama seperti Telur Rebus, Dada Ayam, Tahu yang membuatkamu Kenyang lebih lama.
Makanan yang mengandung Lemak Baik eperti Minyak Zaitun, Kacang Almond dapat Mendukung fungsi otak.
Sedangkan Kurma dan Pisang merupakan mineral yang dapat Mencegah kram & dehidrasi.
Hindari mengonsumsi makanan yang terlalu asin atau pedas saat sahur. Makanan asin bersifat menarik cairan tubuh, yang akan membuat Anda merasa jauh lebih haus di siang hari.
Sahur bukan soal memindahkan porsi makan siang ke jam 3 pagi, melainkan tentang memilih bahan bakar yang tepat. Dengan kombinasi karbohidrat kompleks dan protein yang pas, tubuh akan tetap bugar untuk beraktivitas meski sedang berpuasa.