Dingin Puncak Salak Hangat Dengan Kopi dan Sahabat
- 10 Mar 2026 12:10 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID,Meulaboh- Kabut tipis mulai turun menyelimuti lintasan jalan Kertas Kraft Aceh (KKA) yang menghubungkan Lhokseumawe dan Takengon. Di ketinggian Puncak Salak, suhu udara perlahan merosot hingga menyentuh angka yang cukup untuk membuat siapa pun merapatkan jaket. Namun, di balik dingin yang menusuk, deretan kedai kopi di sepanjang tebing justru memancarkan kehangatan yang kontras.
Malam itu, suasana Puncak Salak tidaklah sepi. Suara tawa pecah dari sekumpulan pemuda yang sedang asyik bercengkerama. Di hadapan mereka, uap tipis mengepul dari cangkir-cangkir kopi Gayo yang aromanya menyeruak, berebut ruang dengan udara dingin pegunungan.
Bagi para pelancong yang melintasi jalur ini, singgah di Puncak Salak bukan sekadar untuk beristirahat. Ini adalah tentang ritual menikmati momen. Menghabiskan malam di sini bersama sahabat menjadi pilihan favorit warga Lhokseumawe maupun warga Dataran Tinggi Gayo untuk melepas penat.
Bahkan ada wargag yang datang dari daerah luar lhoksemawe dan takengon mereka datang dengan tujuan meulaboh lhoksemawe arman dan kawan-kawan kepada RRI mengatakan "Suhu boleh dingin, tapi kebersamaan tetap harus hangat. Kopi di sini rasanya beda kalau dinikmati sambil melihat lampu-lampu jauh di bawah sana," ujar arman dan teman-teman sedang pesanan bersama teman-temannya.
Puncak Salak kini bukan sekadar titik transit. Ia telah bertransformasi menjadi destinasi wisata kuliner dan pemandangan. Dengan pemandangan perbukitan hijau di siang hari dan kerlap-kerlip lampu kota di malam hari, tempat ini menawarkan romantisme persahabatan yang sulit ditemukan di hiruk-pikuk perkotaan.
Bagi Anda yang berencana melintas dari Lhokseumawe menuju Takengon atau sebaliknya, pastikan untuk menepi sejenak. Biarkan dinginnya Puncak Salak menyapa, lalu hangatkan kembali dengan secangkir kopi dan canda tawa orang-orang tersayang.