Festival Seni Budaya Suku Mee Digelar SMA Negeri 1 Waghete

  • 28 Feb 2026 21:46 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Deiyai - Generasi muda di Kabupaten Deiyai menunjukkan komitmennya dalam menjaga warisan leluhur melalui Festival Seni Budaya Suku Mee yang digelar SMA Negeri 1 Waghete, Deiyai, Papua Tengah pada Jumat, 27 Februari 2026.

Festival yang diikuti khusus siswa Kelas XII ini menjadi bagian dari upaya menanamkan kesadaran akan identitas dan kebanggaan sebagai bagian dari Suku Mee. Para siswa tampil memukau dengan mengenakan busana adat lengkap.

Siswa laki-laki mengenakan koteka, Migabai, Amaapa, Kagamaapa, serta membawa busur dan anak panah (Ukaa Mapega). Sementara itu, siswi perempuan anggun mengenakan Moge, baju kulit kayu rajut, serta noken khas Papua.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Dinas Pendidikan dan Kantor Bupati Deiyai. Rombongan siswa disambut oleh Asisten II Setda Deiyai, Mesak Pakage, yang mengapresiasi semangat para pelajar dalam melestarikan budaya daerah.

Setelah kunjungan tersebut, para siswa melaksanakan tradisi Waitaa dan Yuu Waitaa sambil mengelilingi Kota Waghete. Tradisi ini menjadi simbol penghormatan terhadap leluhur sekaligus penegasan identitas budaya di tengah perkembangan zaman.

Kepala Sekolah Mariana Adii menyampaikan bahwa festival ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari ujian praktik mata pelajaran seni budaya bagi siswa kelas akhir.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan rasa bangga terhadap jati diri sebagai orang Mee. Ini juga menjadi motivasi bagi siswa lain agar terus menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan atraksi budaya yang dinilai langsung oleh tim guru sebagai bagian dari penilaian akhir sekolah. Festival ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan sekaligus wadah pembinaan karakter berbasis kearifan lokal di Kabupaten Deiyai.

Rekomendasi Berita