17 Ambulans Disiagakan di Distrik Luar Kota Nabire
- 29 Jan 2026 04:33 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire : Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire terus memperkuat layanan kegawatdaruratan melalui penambahan armada ambulans di wilayah distrik, baik darat maupun laut. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat akses rujukan pasien, khususnya di wilayah terpencil dan pesisir.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Hamza, M.Kes., mengatakan saat ini terdapat 10 unit ambulans darat yang telah disalurkan ke distrik luar kota. Selain itu, 7 unit ambulans laut atau speed boat juga disiagakan untuk wilayah tanpa akses jalan darat.
Ambulans laut tersebut ditempatkan di Puskesmas Wapoga, Menouw, Moor, Mambor, Napan, Kwatisore, dan Yeretuar guna mendukung evakuasi pasien dari wilayah pesisir menuju fasilitas kesehatan rujukan.
Terkait mekanisme pelayanan dan pengaduan keterlambatan ambulans, Hamza menjelaskan bahwa petugas pada umumnya siaga di puskesmas. Namun, pada kondisi tertentu seperti pelayanan luar gedung, koordinasi tetap dilakukan melalui puskesmas setempat.
“Kalau yang untuk pengaduan keterlambatan pelayanan ambulansnya ini sebenarnya tergantung, karena puskesmas itu petugas ada di tempat ya. Jadi biasanya kalau tidak ada laporan dari masyarakat, biasanya mereka stay di puskesmas. Tapi ada yang layanan namanya PHC, Public Health Care atau pelayanan di luar gedung, artinya perugas kunjungan ke rumah. Biasanya kalau mereka pas pelaksanaan baru dapat kasus langsung koordinasi ke puskesmas,” kata Hamza kepada tim LPP RRI Nabire, Rabu 28 Januari 2026z
Ia menambahkan, mekanisme rujukan saat ini sudah terintegrasi dengan sistem digital. Untuk kasus darurat, pasien dapat langsung dirujuk ke rumah sakit tanpa menunggu proses berjenjang.
Meski armada ambulans terus ditambah, Dinas Kesehatan Nabire masih menghadapi tantangan pada sisi operasional dan sarana pendukung, khususnya di wilayah pinggiran.
“Jadi bukan hanya ambulansnya saja, tapi sarana berupa puskesmas dan rumah tinggal para medis juga itu memang dibutuhkan dengan tujuan supaya petugas itu bisa berada di tempat,” ungkap Hamza.
Ia juga menyebut keterbatasan anggaran menjadi kendala dalam pembaruan armada serta pembiayaan operasional harian.
Saat ini, Dinas Kesehatan Nabire mencatat sekitar 80 hingga 90 persen distrik telah terlayani ambulans, baik darat maupun laut. Ke depan, pemerintah daerah terus mengupayakan pemerataan fasilitas kesehatan serta penguatan operasional agar pelayanan kegawatdaruratan dapat menjangkau seluruh masyarakat secara merata.