Angka HIV/AIDS Papua Tengah Tembus 24.777 Kasus
- 28 Feb 2026 17:33 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Nabire, Freny Anouw, menyampaikan bahwa angka kasus HIV/AIDS pada tahun 2026 mengalami peningkatan. Namun, kenaikan tersebut dinilai sebagai perkembangan yang wajar.
Hal itu disampaikan Freny saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (28/02/2026).
Menurutnya, meningkatnya jumlah kasus yang tercatat justru menunjukkan adanya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara sukarela.
“Ini merupakan bentuk kesadaran masyarakat yang ingin memeriksakan diri, sehingga angka yang tercatat ikut meningkat,” ujarnya.
Freny menjelaskan, peningkatan kasus juga dipengaruhi oleh masifnya kegiatan sosialisasi kepada masyarakat mengenai HIV dan AIDS, termasuk pentingnya deteksi dini guna mencegah penularan lebih lanjut.
Ia menerangkan bahwa seseorang yang terinfeksi HIV akan melalui beberapa tahapan sebelum memasuki kondisi AIDS, yakni fase infeksi HIV akut, infeksi kronis, hingga tahap AIDS. Pada tahap akhir tersebut, penderita diwajibkan menjalani pengobatan secara rutin.
Menurutnya, konsumsi obat antiretroviral (ARV) secara teratur mampu menekan jumlah virus dalam tubuh sehingga penderita tetap dapat hidup sehat serta mencegah penularan kepada pasangan maupun keturunan.
“Dengan meminum obat ARV secara teratur, virus dapat ditekan sehingga tidak menular ke anak cucu dan tetap bisa menghasilkan keturunan yang sehat,” jelasnya.
Freny juga menegaskan pentingnya disiplin pengobatan bagi masyarakat yang telah terdiagnosis HIV serta menghindari stigma negatif yang dapat memengaruhi kondisi mental penderita.
KPA mengimbau seluruh masyarakat di Provinsi Papua Tengah untuk menjadikan pemeriksaan HIV/AIDS sebagai perhatian bersama.
“Yang belum terkena mari kita saling menjaga. Yang sudah terkena, mari kita obati dengan rutin minum ARV,” tambahnya.
Berdasarkan data sementara, jumlah kasus HIV/AIDS di Papua Tengah tercatat mencapai 24.777 kasus. Angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring meningkatnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pemeriksaan kesehatan.