Malaria Mencapai 8.681 Kasus, Pemkab Nabire Solusikan Eliminasi Malaria

  • 05 Mar 2026 00:18 WIB
  •  Nabire

RRI CO.ID, Nabire - Kabupaten Nabire tercatat sebagai wilayah dengan angka endemis malaria tertinggi kedua di Provinsi Papua Tengah setelah Mimika. Hingga akhir tahun 2025, jumlah kasus malaria di Nabire mencapai 8.681 kasus.

Tingginya angka tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah bersama jajaran kesehatan. Berbagai langkah percepatan eliminasi malaria pun terus digencarkan melalui strategi TOKEN (Temukan, Obati, dan Kendalikan).

Strategi TOKEN mencakup deteksi dini kasus di masyarakat, pengobatan yang terpantau hingga tuntas, pengendalian vektor penyebab malaria, serta penguatan sistem monitoring dan evaluasi secara berkala.

Sebagai bentuk komitmen bersama, Pemerintah Kabupaten Nabire menggelar pertemuan lintas sektor yang berlangsung di Aula Baperida Nabire, Rabu 4 Maret 2026, dan dihadiri Asisten 1 Setda Nabire, Kepala DLH Arfan N Palupun, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Kesehat Silas E Numobogre dan Kepala LPP RRI, Ibu Surya S Thalib.

Asisten I Sekretariat Daerah Nabire, Lahalim, S.Sos, menegaskan bahwa persoalan malaria bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dan perangkat daerah.

"Pertemuan ini menjadi forum advokasi dan koordinasi untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader, serta seluruh pemangku kepentingan untuk berkomitmen menekan angka kasus malaria. Penanganan malaria harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Diperlukan komitmen bersama agar target eliminasi dapat tercapai,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Nabire, Silas Numobogre, menjelaskan bahwa upaya percepatan eliminasi akan difokuskan pada penguatan layanan di fasilitas kesehatan, peningkatan peran kader dalam pelacakan kasus di lapangan.

"Saya menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala malaria, kita harus bisa menekan angka kasus malaria, kita harus menjaga generasi kita agar malaria bisa tereliminasi," jelasnya.

Melalui pertemuan lintas sektor ini, diharapkan komitmen dan langkah konkret seluruh pihak dapat semakin solid sehingga angka kasus malaria di Nabire dapat ditekan secara signifikan pada tahun 2026 dan seterusnya.

Rekomendasi Berita