Carica, Buah Eksotis dari Dataran Tinggi Dieng yang Kian Diminati

  • 24 Feb 2026 16:58 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Dataran Tinggi Dieng Plateau tak hanya dikenal dengan panorama alam dan kawah berhias kabut, tetapi juga dengan buah khasnya yang unik, yaitu carica. Buah yang sering disebut papaya gunung ini kini menjadi salah satu ikon kuliner dan oleh-oleh khas dari kawasan pegunungan di Jawa Tengah.

Buah carica (Carica pubescens) masih satu keluarga dengan pepaya, namun memiliki bentuk yang lebih kecil dan rasa yang lebih asam segar. Tanaman ini hanya tumbuh subur di ketinggian sekitar 1.500–2.500 meter di atas permukaan laut, membuatnya sulit ditemukan di daerah lain.

Menurut penjelasan dari Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu Tropika), carica berasal dari Amerika Selatan dan dibawa ke Indonesia oleh peneliti Belanda pada awal abad ke-19. Dataran tinggi Dieng yang bersuhu dingin ternyata menjadi habitat ideal bagi tanaman ini untuk berkembang biak.

Daging buah carica berwarna kuning cerah, bertekstur kenyal, dan memiliki aroma khas yang menyegarkan. Karena rasanya asam, buah ini jarang dimakan langsung. Masyarakat Dieng mengolahnya menjadi manisan, sirup, jus, dan dodol carica, yang kini menjadi produk unggulan daerah.

Selain rasanya yang unik, carica juga memiliki banyak manfaat kesehatan. Buah ini mengandung vitamin C, enzim papain, dan antioksidan alami yang baik untuk sistem pencernaan dan daya tahan tubuh. Bahkan, enzimnya dipercaya membantu memperbaiki sel-sel tubuh dan menjaga kulit tetap sehat.

Dengan cita rasa segar, nilai ekonomi tinggi, dan daya tarik wisata yang kuat, carica membuktikan bahwa kekayaan alam pegunungan Indonesia masih menyimpan potensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Dari kabut Dieng yang sejuk, harum buah carica kini membawa kesejahteraan bagi masyarakat setempat.

Rekomendasi Berita