Tanaman Hidroponik Kini Semakin Populer di Kalangan Masyarakat

  • 23 Jul 2025 09:51 WIB
  •  Nias Selatan

KBRN, Nias Selatan: Pernahkah Anda membayangkan bisa memanen sayuran segar langsung dari halaman rumah Anda, tanpa tanah dan tanpa repot? Hobi tanaman hidroponik kini semakin populer di kalangan masyarakat.

Metode bercocok tanam tanpa media tanah ini tidak hanya praktis, tetapi juga memungkinkan Anda untuk menikmati sayuran organik yang lebih sehat dan bebas pestisida. Hidroponik, dari bahasa Yunani "hydro" (air) dan "ponos" (daya), adalah metode menanam tumbuhan dengan memanfaatkan air sebagai media utama yang diperkaya nutrisi.

Berbeda dengan berkebun konvensional, hidroponik menawarkan sejumlah keuntungan menarik yakni hemat lahan, cocok untuk Anda yang memiliki lahan terbatas, bahkan bisa dilakukan di balkon atau dalam ruangan. Selanjutnya pertumbuhan lebih cepat, tanaman mendapatkan nutrisi secara langsung dan optimal, sehingga pertumbuhannya cenderung lebih cepat.

Dan menariknya lagi tanaman hidroponik lebih hemat air, meskipun menggunakan air sebagai media, sistem hidroponik umumnya lebih efisien dalam penggunaan air dibandingkan metode konvensional karena air dapat didaur ulang. Selain itu juga bercocok tanam dengan sistem Hidroponik panen lebih bersih.

Tanpa tanah, risiko hama dan penyakit yang berasal dari tanah dapat diminimalisir, menghasilkan sayuran yang lebih bersih. Selain itu juga sistem bercocok tanam Hidroponik lebih memudahkan untuk kontrol nutrisi optimal.

Anda memiliki kontrol penuh terhadap nutrisi yang diberikan kepada tanaman, memungkinkan hasil panen yang lebih berkualitas. Utomo Putra Duha, seorang penekun Hidroponik kepada RRI mengatakan awalnya ia memulai bercocok tanam Hidroponik karena untuk mendapatkan hasil panen yang lebih cepat dan berkualitas.

Selain itu juga karena efisiensi penggunaan air dan lahan, serta kemudahan dalam perawatan tanaman. "Saya tertarik bercocok tanam Hidroponik di lingkungan rumahan awalnya karena melihat hasil panen sayuran Hidroponik kualitasnya tidak kalah dengan sayur-sayuran premium yang dijual di pasaran, selain lebih praktis, hasil panen relatif lebih segar karena bisa langsung dipanen tidak harus menunggu distribusi pasar," ujarnya, Rabu (23/7/2025).

Tertarik untuk mencoba? Memulai hobi hidroponik tidak sesulit yang dibayangkan.

Selanjutnya, hal yang perlu diperhatikan saat bertanam hidroponik

Hal yang perlu diperhatikan saat bertanam Hidroponik

Ada beberapa sistem hidroponik yang umum digunakan, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya:

1. Sistem Sumbu (Wick System): Paling sederhana dan cocok untuk pemula. Nutrisi diserap oleh sumbu dari wadah nutrisi ke media tanam.

2.Sistem Kultur Air Dalam (Deep Water Culture/DWC): Tanaman mengapung di atas larutan nutrisi dengan akar terendam. Membutuhkan aerator untuk suplai oksigen.

3. Sistem Irigasi Tetes (Drip System): Larutan nutrisi disalurkan melalui pipa dan menetes langsung ke akar tanaman. Lebih kompleks namun efisien.

4. Sistem NFT (Nutrient Film Technique): Larutan nutrisi mengalir tipis di bawah akar tanaman. Membutuhkan kemiringan yang tepat agar air mengalir lancar.

Untuk pemula, sistem sumbu atau DWC bisa menjadi pilihan awal yang baik karena relatif mudah dipasang dan dirawat.Setelah memilih sistem, siapkan peralatan yang dibutuhkan. Anda perlu menyiapkan Wadah, bisa berupa baskom, ember, atau wadah khusus hidroponik.

Selanjutnya siapkan media tanam bukan tanah, melainkan media inert seperti rockwool, cocopeat, hidroton (clay pebbles), atau arang sekam. Kemudian Anda membutuhkan Nutrisi Hidroponik, tersedia dalam bentuk bubuk atau cair, khusus untuk tanaman hidroponik.

Sesuaikan dengan jenis tanaman yang akan ditanam. Jika Anda memilih Sistem DWC pompa udara dan batu aerasi penting untuk menyediakan oksigen bagi akar.

Selanjutnya siapkan wadah kecil berlubang untuk menempatkan bibit tanaman, Pengukur pH untuk memastikan tingkat keasaman larutan nutrisi sesuai untuk pertumbuhan tanaman, dan benih tanaman atau benih sayuran yang cocok untuk hidroponik, seperti selada, kangkung, pakcoy, atau bayam.

Berikut tips yang bisa dilakukan para pemula untuk memulai bertanam secara hidropo. Pertama, mulai dari yang mudah; pilih tanaman yang mudah tumbuh secara hidroponik seperti sayuran daun (selada, pakcoy, kangkung).

Kedua, cahaya cukup; pastikan tanaman mendapatkan cahaya yang cukup. Jika di dalam ruangan, pertimbangkan penggunaan lampu tumbuh (grow light).

Ketiga, jaga kebersihan karena kebersihan adalah kunci keberhasilan hidroponik. Bersihkan wadah dan peralatan secara rutin.

Keempat, sabar dan konsisten. Proses belajar mungkin membutuhkan waktu, tetapi dengan kesabaran dan konsistensi, Anda akan segera menikmati hasil panen sendiri.

Memulai hobi tanaman hidroponik adalah cara yang menyenangkan dan bermanfaat untuk menyediakan sayuran segar dan sehat bagi keluarga. Dengan sedikit investasi waktu dan peralatan dasar, Anda bisa merasakan sensasi panen sayuran sendiri di rumah, bahkan di tengah hiruk pikuk perkotaan. Selamat mencoba!

Rekomendasi Berita