Siswa SMA/SMK Gabungan Siap Guncang Lomba Beduk Sahur 2026

  • 06 Mar 2026 07:25 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID. Nunukan - Semangat ramadhan di Kabupaten Nunukan, mulai terasa membara. Di tengah ibadah puasa, puluhan siswa dari tiga sekolah menengah berbeda berkumpul untuk melestarikan tradisi melalui dentuman alat musik tradisional dalam persiapan Lomba Beduk Sahur yang akan digelar Pemerintah Kabupaten Nunukan pada 14 Maret mendatang.

Tim gabungan yang terdiri dari siswa SMK, SMA Negeri 1 Nunukan, dan SMA Negeri 1 Nunukan Selatan ini menjadi sorotan karena kekompakan mereka meski berasal dari latar belakang sekolah yang berbeda.

Kreativitas Alat Bekas: Dari Bambu Hingga Drum

Keunikan tim ini terletak pada instrumen yang mereka gunakan. Alih-alih menggunakan alat musik modern, mereka memilih memanfaatkan barang bekas dan bahan alam. Suara ritmik yang dihasilkan berasal dari perpaduan bambu, drum bekas, hingga botol kaca yang dirakit sendiri.

Pelatih tim, Dermiyani, yang juga merupakan pengajar di SMP Negeri 1 Nunukan, menyatakan bahwa penggunaan alat bekas ini merupakan bentuk kreativitas siswa dalam menjaga keaslian budaya beduk sahur.

"Saat ini mereka sedang intens berlatih untuk lomba tanggal 14 Maret nanti. Lomba ini diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan dan akan dilaksanakan pada malam hari," ujar Dermiyani saat ditemui di lokasi latihan, (03/03/2026).

Selain beduk sahur, rangkaian acara ini juga akan memeriahkan suasana ramadhan dengan berbagai cabang lomba lain seperti lomba azan, takbir keliling, beduk takbir, hingga lomba dakwah.

Menjaga Kekompakan di Tengah Ibadah Puasa

Meski diikuti lebih dari 30 orang, tantangan terbesar tim saat ini adalah menjaga kehadiran personel secara lengkap. Dermiyani mengakui bahwa progres kesiapan tim baru mencapai 60 persen karena beberapa siswa terkadang berhalangan hadir untuk keperluan keluarga atau berbuka puasa bersama.

"Kami terus memantapkan kekompakan. Kekompakan itu kunci, kalau ada yang kosong, iramanya bisa pincang. Saya selalu ingatkan, tidak ada usaha yang mengkhianati hasil. Yang terpenting adalah silaturahmi antar sekolah yang sebelumnya tidak saling kenal," tambahnya.

Optimisme serupa datang dari Farhan, salah satu peserta asal SMA Negeri 1 Nunukan. Meski memiliki pengalaman sejak kecil di lomba tingkat remaja masjid, ia mengaku tantangan kali ini lebih besar namun menyenangkan.

"Sejauh ini kekompakan memang masih perlu ditingkatkan karena beberapa teman izin tidak turun latihan. Tapi dengan latihan rutin, saya yakin kami bisa jadi kandidat juara tahun ini. Kuncinya jangan egois, harus jaga tempo dan pukulan agar irama tetap stabil," kata Farhan dengan penuh semangat.

Lebih dari Sekadar Kompetisi

Bagi para siswa dan pelatih, kompetisi tahunan ini bukan sekadar ajang mencari piala. Ini adalah momentum langka setahun sekali untuk mempererat tali persaudaraan antar pelajar di Nunukan. Terlihat dari antusiasme mereka yang sudah berkumpul sejak pukul 14.00 WITA untuk berlatih, meski dalam kondisi berpuasa.

Diharapkan, melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan pemuda di wilayah perbatasan tetap terjaga, dan tradisi beduk sahur tetap lestari sebagai identitas budaya masyarakat Nunukan. MM

Rekomendasi Berita